Bursa AS Dibuka Variatif di Tengah Aksi Ambil Untung Pemodal

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka varatiif cenderung merah pada perdagangan Senin (30/11/2020), menyusul aksi ambil untung pemodal usai aksi cetak rekor Wall Street kemarin.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 150,6 poin (-0,5%) pukul 08:30 waktu setempat (21:30 WIB) dan 5 menit kemudian memburuk jadi 176,85 poin (-0,59%) ke 29.733,52 sementara indeks S&P 500 minus 6,3 poin (-0,17%) ke 3.632,05. Namun, Nasdaq naik 32,7 poin (+0,27%) ke 12.238,52.

Koreksi terjadi setelah Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan memasukkan perusahaan migas China yakni CNOOC dan produsen chip mereka yakni SMIC ke daftar hitam. Dengan begitu, akses mereka terhadap investor AS bakal dibatasi, dan memanaskan hubungan kedua raksasa ekonomi dunia tersebut.


Sepanjang November, Dow Jones telah menguat 12,9% berpeluang mencetak reli bulanan tertinggi sejak Januari 1987, menyusul kabar menggembirakan seputar vaksin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga naik, masing-masing sebesar 11,3% dan 11,9% menuju kinerja bulanan terbaik sejak April.

Indeks saham gurem, yakni Russell 2000 juga telah menguat 20,6% sepanjang November, menjadi kinerja terbaik sepanjang masa. Saham sektor siklikal yang sensitif dengan pemulihan ekonomi, memimpin reli November.

Sementara itu, saham sektor energi yang mencetak kinerja terburuk pada 2020, mulai membaik dengan kenaikan harga sebesar 33,8% bulan ini. Saham sektor lain seperti keuangan, industri, dan bahan dasar telah menguat setidaknya 13%.

“Reli ini menonjol karena rotasi dari saham berbasis pertumbuhan ke nilai terus mendapatkan momentumnya meski di tengah kabar buruk kasus Covid di berbagai negara dan karantina wilayah [lockdown] kembali diterapkan di berbagai belahan,” tutur Chris Zaccarelli, Kepala Investasi Independent Advisor Alliance, sebagaimana dikutip CNBC International.

Virus Covid-19 sejauh ini telah memakan korban 266.000 orang di AS. Menurut tokoh pentolan kesehatan AS Anthony Fauci, Negeri Sam itu tengah menuju periode berat masa pandemi di mana pembatasan dan peringatan perjalanan akan kembali perlu dijalankan.

Pemerintah Los Angeles di California memberlakukan kembali perintah tinggal-di-rumah pada Jumat pekan lalu setelah kasus di negara bagian berpopulasi terpadat di AS itu meningkat pesat. Sementara itu, New York menutup aktivitas belajar-mengajar di sekolah sejak 7 Desember.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)

BRI Dinobatkan Sebagai The Most Resilient BUMN

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang Bisnis Indonesia TOP BUMN Award 2020 “Survive in Crisis: The Most Resilient BUMN 2020”. BRI dinobatkan sebagai The Most Resilient BUMN, The Best CEO untuk Direktur Utama BRI Sunarso dan The Best CFO untuk Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo.

Ketiga penghargaan ini diraih BRI dalam kategori perusahaan publik sektor keuangan dengan aset lebih dari Rp15 triliun. Penghargaan tersebut diberikan Harian Bisnis Indonesia, Senin (30/11) siang di Jakarta, sebagai wujud apresiasi atas kinerja BRI sebagai BUMN sektor keuangan di tengah situasi menantang akibat pandemi Covid-19.

Apresiasi diberikan terhadap BRI berdasarkan penilaian Dewan Juri dan kajian serta riset Bisnis Indonesia Konsultan terhadap seluruh laporan keuangan perusahaan BUMN. Penilaian atas persona, strategi, kebijakan, dan cara beradaptasi perusahaan di era pandemi juga diukur untuk menentukan pemenang The Best CEO dan CFO BUMN yang diraih BRI.


“Semua penghargaan ini saya dedikasikan kepada seluruh insan BRILian, yaitu para pekerja BRI di manapun berada, dari semua level sampai ujung tombak yang melayani masyarakat di pelosok tanah air. Ini penting bagi kami semua, karena penghargaan ini adalah pengakuan terhadap kerja keras, kerja tulus, dan kerja ikhlas seluruh insan BRILian untuk mempertahankan bisnis secara resilient,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso dalam sambutan pada saat menerima penghargaan.

Sunarso juga menyebut pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap kinerja BRI yang sustain di tahun 2020. Karena itu, penghargaan yang diraih BRI juga dipersembahkan bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

“Dalam situasi yang tidak mudah ini, teman-teman di seluruh unit kerja BRI tetap semangat melakukan restrukturisasi menyelamatkan nasabah UMKM. Karena sesungguhnya menyelamatkan UMKM adalah menyelamatkan BRI itu sendiri. Karena porsi UMKM terhadap PDB adalah 68 persen, maka menyelamatkan UMKM juga sama dengan menyelamatkan perekonomian Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo berkata penghargaan yang diraih akan menjadi motivasi agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih baik lagi ke depannya.

“Penghargaan ini jadi sebuah alat introspeksi untuk lakukan perbaikan-perbaikan, meningkatkan kualitas layanan, dan memberi nilai tambah kepada seluruh stakeholder. Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami, dan kami akan terus komitmen terus tumbuh ke depan menjadi perusahaan yang menjawab kepercayaan publik,” ujar Haru.

Dalam sambutan di acara penganugerahan penghargaan tersebut, Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menyebut bahwa di masa pandemi Covid-19 banyak BUMN yang harus menunjukkan kemampuan ekstra demi bertahan, berinovasi, serta beradaptasi untuk menjaga kinerja perusahaan. Upaya ekstra dibutuhkan karena bisnis 90 persen BUMN terdampak pandemi Covid-19.

“Banyak BUMN yang berusaha survive di masa pandemi ini dan berupaya keluar dari tekanan pandemi dengan mengambil langkah-langkah penting dan strategis agar kinerja tidak terhadang oleh berbagai keterbatasan yang muncul, dan tidak terperosok mengalami kerugian lebih dalam. Sebagai agen pembangunan, BUMN juga terus menjalankan fungsi sosial dengan turut aktif berpartisipasi dalam membantu pemerintah menangani dan mengatasi pandemi ini secara langsung dan tidak langsung,” kata Susyanto.

Meski menjalani masa sulit, hingga kuartal III tahun ini BRI masih mampu mencatatkan kinerja yang positif. Hal ini tercermin dari nilai aset BRI yang tetap tumbuh 10,89 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp1.447,85 triliun. Pada periode yang sama, laba perusahaan terhitung sebesar Rp14,15 triliun.

BRI juga mengambil peran aktif dalam rangka penyelamatan UMKM di tengah pandemi serta implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam prakteknya, BRI merealisasikan stimulus diantaranya penyaluran kredit dari penempatan dana PEN mencapai Rp 45 triliun kepada 1,17 juta debitur, restrukturisasi kredit Rp 192,25 triliun kepada 2,95 juta debitur.

Penjaminan kredit UMKM sebesar Rp 6,19 triliun kepada 10 ribu debitur, penyaluran subsidi bunga UMKM Rp 3,83 triliun kepada 6,5 juta debitur dan penyaluran KUR super mikro Rp5,2 triliun kepada hampir 600 ribu nasabah.

Selain itu BRI telah mencairkan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 6,2 triliun kepada 2,6 juta pelaku usaha mikro dan BRI juga menyalurkan subsidi gaji pekerja / buruh sebesar Rp. 3,96 triliun kepada 3,3 juta penerima.

Sunarso menambahkan seluruh sumber daya di BRI saat ini tengah difokuskan untuk menyalurkan stimulus tersebut supaya efektif sampai ke masyarakat sesuai dengan tujuannya. “Kita harus fokus agar stimulus ini sampai ke masyarakat. Stimulus ini lah yang akan meningkatkan daya beli. Kita bisa meningkatkan bisnis kalau ada demand,” imbuhnya.

Perseroan pun optimistis dengan strategi “business follows stimulus” yang tengah diterapkan. “Saat ini sudah mulai ada titik terang bahwa kita akan pulih. Mudah-mudahan harapan kita itu, dibarengi dengan vaksinasi membuat kita lebih aman agar aktivitas ekonomi bergeliat lagi. Dengan situasi seperti ini mencari keselamatan itu lebih bijak daripada mengejar keuntungan,” pungkas Sunarso.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

IFG Bakal Terbitkan Obligasi Rp 10T Buat Selamatkan Jiwasraya

Jakarta, CNBC Indonesia – Holding BUMN perasuransian dan penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) atau sebelumnya PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)/BPUI tahun depan bakal menerbitkan obligasi Rp senilai Rp 10 triliun. Dana ini akan digunakan dalam program restrukturisasi polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan obligasi ini diterbikan sebagai bridging nilai Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan diberikan pada 2022. Sehingga tahun depan kesiapan dana untuk restrukturisasi ini bisa mencapai Rp 22 triliun.

“Kan kita ada dua tahun PMN-nya. PMN yang pertama kan Rp 12 triliun tahun ini [2021], Rp 10 triliun tahun depan [2022]. Nah itu kan untuk mem-bridging Rp 10 triliun untuk yang tahun depan, jadi untuk sementara saja, hanya setahun aja periodenya,” kata Kartika usai rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (30/11/2020).


Nantinya, surat utang tersebut akan diserap oleh PT Taspen (Persero) sebagai investor.

Seperti diketahui, pemerintah bakal memberikan PMN senilai Rp 22 triliun untuk penyelesaian masalah asuransi jiwa ini. Pemberian PMN akan dilakukan kepada IFG yang telah membentuk IFG LIfe, perusahaan asuransi yang akan menampung nasabah Jiwasraya yang telah direstrukturisasi.

PMN akan diberikan secara bertahap, yakni Rp 12 triliun dalam APBN 2021 dan Rp 10 triliun pada APBN 2022.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

Luhut: Aturan SWF rampung bulan depan, Januari 2021 mulai beroperasi

Bulan depan, pertengahan, saya rasa, semua regulasi dan aturan hukum untuk Sovereign Wealth Fund selesai

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan aturan mengenai Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI), yang dibentuk melalui omnibus law UU Cipta Kerja, akan rampung Desember 2020 dan mulai beroperasi Januari 2021.

“Bulan depan, pertengahan, saya rasa, semua regulasi dan aturan hukum untuk Sovereign Wealth Fund selesai. Dan, Januari akan mulai efektif berjalan,” katanya saat menyampaikan sambutan dalam Tri Hita Karana Forum Dialogue Cloud Event “Indonesia Omnibus Law For a Better Business Better World” secara virtual di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menteri BUMN pastikan pengelolaan SWF transparan dan akuntabel

Luhut menjelaskan pemerintah bekerja keras untuk mewujudkan dana abadi tersebut.

Saat ini, sudah ada komitmen investasi dari lembaga investasi AS, The US International Development Finance Corporation (IDFC) senilai dua miliar dolar AS untuk masuk dalam SWF Indonesia.

Ia juga menyebut akan ada sekitar sembilan pengelola dana internasional yang dibidik menyuntikkan dana ke lembaga pengelola investasi Indonesia itu.

Mantan Menko Polhukam itu menuturkan sejumlah negara sudah menggunakan skema SWF untuk bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Skema sumber pendanaan SWF Indonesia juga disebutnya serupa dengan yang dimiliki Rusia dan India yang berasal dari internal (APBN) dan investasi asing atau co-investment.

“Pemerintah Indonesia akan ikut menyumbang sekitar enam miliar dolar AS bulan depan dan mudah-mudahan juga tahun depan. Karena, kita punya (potensi) sekitar 600 miliar dolar AS dari BUMN. Ini jadi semacam backdoor listing untuk membuat pendanaan ini sangat kredibel,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan SWF merupakan instrumen investasi, dengan nantinya pengembangan koorporasi di Indonesia bisa dibiayai investor dari luar negeri, sehingga SWF ini juga bentuk stimulus bagi koorporasi.

Dia menekankan investasinya dalam bentuk investasi kepemilikan atau investasi saham, bukan investasi pinjaman yang harus dikembalikan uangnya.

“Itu sebabnya kami melihat bahwa mekanisme investasi dari luar negeri di masa sulit seperti ini akan sangat membantu meningkatkan profil investasi Indonesia dan juga lapangan kerja di Indonesia yang memang sangat dibutuhkan oleh banyak rakyat,” jelasnya.

Baca juga: Satgas jelaskan alokasi dana PEN untuk “sovereign wealth fund”
Baca juga: Pembiayaan AS suntik 2 miliar dolar lembaga pengelola investasi RI

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Erick siap tindak lanjuti rekomendasi restrukturisasi Jiwasraya DPR

Insya Allah, kita jaga amanahnya sebaik-baiknya dan saya yakinkan tim yang kami bentuk juga adalah tim terbaik yang kami miliki

Jakarta (ANTARA) – Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan siap menindaklanjuti arahan dari hasil laporan Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya Komisi VI DPR, yang merekomendasikan restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai Desember 2020 sampai Oktober 2021.

“Kami akan tindak lanjuti seluruh arahannya dan Insya Allah, kita jaga amanahnya sebaik-baiknya dan saya yakinkan tim yang kami bentuk juga adalah tim terbaik yang kami miliki,” ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Baca juga: Restrukturisasi dan “bail in” dinilai konkret selamatkan Jiwasraya

Menurut dia, sesuai hasil rapat Panja Jiwasraya Komisi VI DPR, yang dibentuk pada Januari 2020 dan melakukan pertemuan yang intensif sebanyak tujuh kali, maka tentu diskusi dan solusi bersama yang diberikan Komisi VI DPR kepada Kementerian BUMN dipastikan adalah bahwa negara hadir serta memastikan keamanan polis untuk nasabah Jiwasraya.

“Kami yang ditugasi tidak mungkin juga sempurna dalam bekerja, pasti ada kekurangannya. Namun, percaya lah sesuai dengan tugas dan tupoksinya, kami juga ingin membangun korporasi yang bersaing di era persaingan terbuka ini,” katanya.

Erick meyakini kalau bank-bank BUMN bisa, maka tentu IFG Life juga bisa. Ia menambahkan saat ini kasus hukum Jiwasraya sudah berjalan dan memang keberpihakan dari pemerintah jelas ingin menegakkan hukum secara baik.

“Tentu, sekarang bagaimana arahan dari pimpinan serta anggota dewan bahwa kita bisa menyiapkan korporasi yang sehat dan bisa terus berkembang serta juga bisa memberikan dividen yang dapat bermanfaat untuk rakyat,” kata Menteri BUMN.

Ketua Panja Jiwasraya Komisi VI DPR RI Aria Bima menyampaikan hasil laporan Panja Jiwasraya yang merekomendasikan opsi restrukturisasi diambil berdasarkan masukan dari para nasabah melalui komisinya.

Opsi restrukturisasi dipilih mengingat skema pailit atau likuidasi Jiwasraya tidak lah tepat.

“Pada Desember 2020 sampai dengan Oktober 2021 pelaksanaan restrukturisasi dan perpindahan polis. Dan Juli sampai dengan Oktober 2021 dilakukan pembayaran cicilan di muka,” kata Aria Bima.

Dalam kesimpulan rapat kerja, Komisi VI DPR RI mendukung skema, konsep dan timeline restrukturisasi serta penyelamatan polis Jiwasraya serta kebutuhan pendanaan yang dibutuhkan dari penyertaan modal negara (PMN) pada UU APBN 2021 sekurang-kurangnya Rp12 triliun, dari alokasi Rp20 triliun, serta sesuai RAPBN 2022 sebesar Rp10 triliun ditambah bunga surat utang, untuk pelunasan atas surat utang yang diterbitkan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebagai bridging pada 2021.

Komisi VI DPR berharap permasalahan yang terjadi di Jiwasraya tidak terulang kembali kepada BUMN asuransi maupun BUMN lainnya.

Komisi VI DPR meminta kepada Kementerian BUMN untuk mengawasi kinerja BUMN asuransi dan penjaminan dengan tetap menjaga prinsip good governance.

“Komisi VI DPR RI meminta Indonesia Financial Group (IFG) sebagai BUMN holding perasuransian dan penjaminan serta PT Asuransi Jiwasraya (Persero) untuk menjalankan proses restrukturisasi secepatnya dan memitigasi semua kemungkinan risiko yang akan terjadi,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Gde Sumarjaya Linggih saat membacakan hasil kesimpulan rapat kerja dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca juga: Restrukturisasi Jiwasraya bisa tekan kerugian nasabah dan Pemerintah
Baca juga: Jiwasraya muktahirkan data pemegang polis

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dorong perdagangan antarnegara, Bukopin gaet nasabah korporasi Korsel

Dengan didukung brand KB Kookmin, kami mampu menarik nasabah Korea dalam waktu singkat bahkan dalam dua bulan terakhir

Jakarta (ANTARA) – Bank Bukopin menggaet nasabah korporasi asal Korea Selatan di Indonesia dengan meraup simpanan sebesar Rp1,6 triliun per November 2020, yang diharapkan ikut mendorong perdagangan kedua negara.

“Dengan didukung brand KB Kookmin, kami mampu menarik nasabah Korea dalam waktu singkat bahkan dalam dua bulan terakhir,” kata Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono dalam jumpa pers virtual pemaparan kinerja kuartal III 2020 di Jakarta, Senin.

Baca juga: Dampak pandemi, Bukopin restrukturisasi kredit Rp24,5 triliun

Menurut dia, sebagai bagian dari transformasi, pihaknya mendirikan grup Korean-link baru untuk memanfaatkan jaringan KB Kookmin di Indonesia, selaku pemegang saham pengendali 67 persen Bukopin.

Ia mengharapkan langkah itu akan meningkatkan diversifikasi portofolio bisnis khususnya nasabah perorangan dan korporasi dari Negeri Gingseng itu di Indonesia.

Sementara itu, Chief Strategic Officer Bank Bukopin Ji Kyu Jang menambahkan kehadiran pengendali saham mayoritas itu akan memperkuat basis nasabah termasuk komunitas Korea karena ada sekitar 2.000 perusahaan dan 30 ribu warga Korsel di Indonesia.

Dia menjelaskan dalam lima tahun ke depan, Bukopin memiliki beberapa target dan strategi di antaranya melakukan diversifikasi portofolio sebagai pemain utama di segmen retail dan UMKM serta mitra internasional terkait transaksi perdagangan nasabah Korea Selatan.

Kemudian, perbaikan internal, rebranding, meningkatkan kekuatan yang ada melalui dukungan keahlian dan jaringan KB Kookmin Bank, dan mendorong pemulihan cepat dan membangun kembali fundamental bisnis.

Sementara itu, dalam pemaparan kinerja Bukopin hingga kuartal III 2020, total aset mencapai Rp80,3 triliun, dengan penyaluran kredit mencapai Rp63,7 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp50,8 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 16,34 persen.

Sedangkan total ekuitas bank ini naik 17,27 persen seiring bertambahnya suntikan modal Rp3,9 triliun dari dua aksi korporasi melalui Penawaran Umum Terbatas V pada Juli 2020 dan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu pada September 2020.

Baca juga: Keberadaan Kookmin bikin Bukopin optimis bisa makin kompetitif
Baca juga: Bukopin sebut masuknya Kookmin jadi kesempatan bidik perusahaan Korea

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dampak pandemi, Bukopin restrukturisasi kredit Rp24,5 triliun

Dari sisi eksternal, pandemi memukul UMKM yang merupakan portofolio terbesar Bukopin

Jakarta (ANTARA) – Bank Bukopin merestrukturisasi kredit debitur sebesar Rp24,5 triliun hingga kuartal III 2020 yang sebagian besar disebabkan terdampak pandemi COVID-19.

“Dari sisi eksternal, pandemi memukul UMKM yang merupakan portofolio terbesar Bukopin,” kata Chief Financial Officer Bank Bukopin Senghyup Sin dalam jumpa pers virtual pemaparan kinerja kuartal III 2020 di Jakarta, Senin.

Baca juga: Bukopin: Kookmin masuk, dana nasabah asal Korea tambah Rp1,6 triliun

Dalam pemaparan Bukopin, dari jumlah restrukturisasi itu sebanyak Rp18 triliun atau 73 persen di antaranya direstrukturisasi karena dampak COVID-19.

Dia menambahkan restrukturisasi membuat bank yang kini 67 persen sahamnya dikendalikan KB Kookmin Bank asal Korea Selatan itu mengalokasikan pencadangan sebesar Rp3,2 triliun atau naik 157 persen dibandingkan Desember 2019 (year to date/ytd).

“Perpanjangan restrukturisasi dari OJK menjadi 31 Maret 2022 ini membantu kondisi Bank Bukopin. Kami percaya ekonomi Indonesia bisa pulih dalam waktu dekat,” katanya.

Namun, lanjut dia, mengingat pandemi ini belum bisa dipastikan berakhir, pihaknya memprediksi ekonomi masih diliputi ketidakpastian.

Untuk itu, kata dia, Bukopin meningkatkan modal per September 2020 mencapai Rp9,7 triliun sehingga rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 16,34 persen dari sebelumnya 12,59 persen pada Desember 2019.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono menambahkan dalam proses transformasi perusahaan, pihaknya salah satunya membentuk grup baru yakni bad bank yang khusus mengelola aset buruk.

Nantinya, bad bank, lanjut dia, akan memberikan rekomendasi cepat dan tepat kepada direksi untuk menurunkan kredit bermasalah serta penurunan aset yang diambil alih (AYDA).

“Restrukturisasi dibuat dengan kondisi kebijakan termasuk penyelesaian kredit bermasalah yang diharapkan mempercepat penurunan rasio kredit bermasalah dan AYDA ini didorong pembentukan grup baru bad bank,” katanya.

Baca juga: Keberadaan Kookmin bikin Bukopin optimis bisa makin kompetitif
Baca juga: RUPSLB Bukopin setujui “private placement” kepada Kookmin Bank

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menkeu: 681.000 tenaga kesehatan telah terima insentif Rp5,55 triliun

Sudah 200 tenaga kesehatan yang meninggal yang dibayarkan santunan kematiannya. Ini mengingatkan kita untuk terus berupaya sekali lagi mencegah penularan COVID-19

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan 681.000 tenaga kesehatan baik pusat maupun daerah telah menerima insentif sehingga total realisasinya mencapai Rp5,55 triliun dari pagu Rp7,22 triliun per 25 November 2020.

“Mereka yang selama ini berjuang dan masih terus berjuang. Kita harus membantu mereka agar bisa diringankan, dengan kita semua melakukan disiplin protokol kesehatan,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers bersama BNPB di Jakarta, Senin.

Sri Mulyani juga menuturkan sebanyak Rp0,04 triliun dari pagu Rp0,06 triliun telah disalurkan kepada 200 tenaga kesehatan yang gugur selama menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Sudah 200 tenaga kesehatan yang meninggal yang dibayarkan santunan kematiannya. Ini mengingatkan kita untuk terus berupaya sekali lagi mencegah penularan COVID-19,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Menko Luhut ungkap tiga strategi pemerintah cegah lonjakan kasus COVID

Sri Mulyani pun memastikan pemerintah akan terus menggunakan anggarannya dan fokus pada penanganan bidan kesehatan mulai dari pengadaan vaksin hingga tes COVID-19 baik pada tahun ini maupun tahun depan.

Ia menyebutkan pemerintah akan mengalokasikan lebih dari Rp169 triliun untuk penanganan bidang kesehatan pada tahun depan, terutama untuk testing, pengadaan vaksin, program vaksinasi, perbaikan sarana prasarana, dan penelitian pengembangan Vaksin Merah Putih.

“Fokus kita untuk 2021 adalah tetap di bidang kesehatan bagaimana kita bisa membuat masyarakat kita bertahan di dalam menjalankan kegiatan sehari-hari saat COVID-19 nya masih ada,” tegas Sri Mulyani.

Ia menuturkan saat ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian BUMN sedang menghitung jumlah vaksin yang akan diadakan untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Baca juga: Sri Mulyani khawatir naiknya kasus COVID-19 berdampak pada ekonomi

“Kita dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN tengah menghitung berapa jumlah populasi dan segmen populasi mana yang akan diprioritaskan,” kata Sri Mulyani.

Sementara itu realisasi anggaran kesehatan dalam Program PEN telah mencapai 41,2 persen dari pagu Rp97,9 triliun yaitu Rp40,32 triliun, yang termasuk insentif tenaga kesehatan pusat dan daerah Rp5,55 triliun serta santunan kematian tenaga kesehatan Rp0,04 triliun.

Kemudian gugus tugas COVID-19 Rp3,22 triliun, belanja penanganan COVID-19 Rp25,03 triliun, bantuan iuran JKN Rp2,7 triliun, serta insentif perpajakan Rp3,78 triliun.

“Apabila masih ada bidang kesehatan yang belum terserap maka dia akan dilakukan pencadangan untuk pembiayaan vaksin kita,” ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Menkeu: Sisa dana penanganan COVID bisa dipakai 2021, ini syaratnya

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sri Mulyani sebut anggaran PEN terealisasi Rp431,54 triliun

Apabila masih ada bidang kesehatan yang belum terserap maka dia akan dilakukan pencadangan untuk pembiayaan vaksin kita

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan realisasi anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 25 November 2020 mencapai Rp431,54 atau 62,1 persen dari pagu Rp695,2 triliun.

“Kami masih akan melihat hingga Desember yang terealisasi plus dana cadangan untuk vaksin totalnya mencapai lebih dari Rp664 triliun,” katanya dalam konferensi pers bersama BNPB di Jakarta, Senin.

Baca juga: Menkeu: Sisa dana penanganan COVID bisa dipakai 2021, ini syaratnya

Sri Mulyani merinci bidang kesehatan terealisasi 41,2 persen dari pagu Rp97,9 triliun yaitu Rp40,32 triliun meliputi insentif tenaga kesehatan (nakes) pusat dan daerah Rp5,55 triliun, santunan kematian nakes Rp0,04 triliun, gugus tugas Rp3,22 triliun, belanja penanganan Rp25,03 triliun, bantuan iuran JKN Rp2,7 triliun, serta insentif perpajakan Rp3,78 triliun.

“Apabila masih ada bidang kesehatan yang belum terserap maka dia akan dilakukan pencadangan untuk pembiayaan vaksin kita,” ujarnya.

Ia menuturkan saat ini Kementerian Keuangan bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN sedang menghitung jumlah vaksin yang akan diadakan untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

“Kita dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN tengah menghitung berapa jumlah populasi dan segmen populasi mana yang akan diprioritaskan,” katanya.

Untuk perlindungan sosial terealisasi Rp207,8 triliun atau 88,9 persen dari pagu Rp233,69 triliun meliputi PKH Rp36,71 triliun, kartu sembako Rp39,71 triliun, bantuan sembako Jabodetabek Rp6,44 triliun, dan bantuan sembako non-Jabodetabek Rp33,33 triliun.

Kemudian, kartu prakerja Rp19,9 triliun, diskon listrik Rp9,74 triliun, BLT dana desa Rp19,17 triliun, bansos tunai penerima sembako Rp4,5 triliun, bansos beras bagi penerima PKH Rp5,26 triliun, subsidi gaji Rp28,15 triliun, subsidi kuota Kemendikbud Rp3,31 triliun, dan subsidi gaji guru honorer Kemendikbud Rp1,57 triliun.

Untuk bidang sektoral K/L dan pemda terealisasi Rp36,25 triliun atau 54,9 persen dari pagu Rp65,97 triliun meliputi padat karya Rp16,57 triliun, insentif perumahan Rp0,07 triliun, DID pemulihan ekonomi Rp4,95 triliun, DAK Fisik Rp7,29 triliun, pinjaman daerah Rp1,32 triliun, serta bantuan operasional pesantren Rp2,58 triliun.

Kemudian, perluasan PEN Kementerian PUPR Rp1,23 triliun, peta peluang investasi Rp0,003 triliun, komunikasi PEN Rp0,02 triliun, KLHK food estate dan mangrove Rp0,28 triliun, dampak COVID-19 naker Rp0,41 triliun, dai sertifikat dan bantuan operasional Rp0,03 triliun, ATR/BPN food estate Rp0,01 triliun, serta perluasan PEN Kementan Rp0,47 triliun.

Untuk insentif dunia usaha terealisasi Rp46,4 triliun atau 38,5 persen dari pagu Rp120,6 triliun meliputi PPh 21 DTP Rp2,99 triliun, pembebasan PPh 2 Impor Rp11,05 triliun, pengurangan angsuran PPh 25 Rp17,18 triliun, pengembalian pendahuluan PPN sebesar Rp4,32 triliun, serta penurunan tarif PPh badan Rp10,87 triliun.

Ia menyebutkan realisasi Rp46,4 triliun dinikmati oleh lebih dari 412 ribu perusahaan yaitu 131 ribu perusahaan insentif keringanan PPh Pasal 21 untuk karyawan, pembebasan PPh 22 Impor ada 14.600 wajib pajak, penurunan angsuran PPh Pasal 25 oleh 66.300 WP, serta pengembalian PPN oleh 2.200 perusahaan.

“Dengan adanya dukungan insentif ini dapat meringankan mereka dari sisi bagaimana mereka menghadapi karyawan yang berkurang jam kerjanya serta penjualan menurun. Ini lah yang kita gunakan instrumen APBN untuk bantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara untuk dukungan UMKM telah terealisasi Rp98,76 triliun dari total pagu Rp115,82 triliun dengan rincian melalui belanja pusat Rp32,26 triliun, TKDD Rp2 triliun, dan penempatan dana Rp64,5 triliun.

Ia menyebutkan dari penempatan dana Rp64,5 triliun kepada bank Himbara telah tersalurkan Rp254,37 triliun kepada 3,74 juta debitur kecil yang artinya memiliki tingkat leverage empat kali lipat.

“Ini yang diharapkan mulai bisa menjaga ekonomi kita untuk terus meningkat dan mulai menggeliat lagi,” katanya.

Terakhir, untuk pembiayaan korporasi telah terealisasi Rp2 triliun dari pagu Rp61,2 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: Penyaluran kredit dari penempatan dana PEN Rp254,37 triliun
Baca juga: Satgas lakukan realokasi anggaran PEN untuk vaksinasi

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rupiah ditutup anjlok, tertekan kenaikan kasus COVID-19

Memang sentimen negatif muncul dari memburuknya pandemi di banyak negara

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore ditutup melemah seiring kenaikan jumlah kasus COVID-19.

Rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.120 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.090 per dolar AS.

“Memang sentimen negatif muncul dari memburuknya pandemi di banyak negara,” kata analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Senin.u

Survei oleh Komisi Eropa menunjukkan sentimen ekonomi Zona Euro turun pada November, yang pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir akibat gelombang kedua COVID-19 yang melanda benua Eropa.

Baca juga: Sri Mulyani khawatir naiknya kasus COVID-19 berdampak pada ekonomi

Terjadi penurunan aktivitas bisnis Prancis pada November karena penguncian kedua akibat penyebaran COVID-19. Sedangkan jumlah infeksi COVID-19 di Jerman telah melampaui angka satu juta dengan jumlah kematian harian mencapai rekor tertinggi hari di minggu lalu.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penambahan jumlah kasus positif per 29 November 2020 memecahkan rekor sebanyak 6.267 kasus sehingga angka kumulatif pasien positif di Indonesia mencapai 534.266 orang.

Sementara itu jumlah pasien sembuh juga bertambah menjadi 3.810 orang dengan total kasus sembuh menjadi 445.793 orang. Adapun kasus meninggal bertambah 169 orang dengan total kumulatif sebanyak 16.815 orang.

Baca juga: Presiden Jokowi peringatkan peningkatan COVID-19 di Jakarta dan Jateng

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Jakarta bertambah 1.431 pada Minggu

“Memburuknya pandemi ini menjadi sentimen yang dominan hari ini,” ujar Rully.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.070 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.070 per dolar AS hingga Rp14.137 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.128 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.145 per dolar AS.

Baca juga: Saham Singapura rugi 4 hari beruntun, Indeks STI anjlok 1,75 persen

Baca juga: Saham China jatuh, tapi naik sepanjang November dipicu pemulihan cepat

Baca juga: Saham Hong Kong ditutup jatuh, Indeks Hang Seng anjlok 553,19 poin
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020