Yuan menguat lagi 76 basis poin menjadi 6,5249 terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA) – Yuan menguat lagi 76 basis poin menjadi 6,5249 terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis, membukukan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut setelah naik126 basis poin sehari sebelumnya, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China (CFETS).

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Yuan diuntungkan oleh kemenangan kandidat Demokrat Joe Biden sebagai presiden terpilih AS, karena ia dianggap kurang mengancam hubungan AS-China daripada Presiden dari Republik, Donald Trump.

Baca juga: Yuan balik menguat 126 basis poin menjadi 6,5325 terhadap dolar AS
Baca juga: Yuan balik melemah 215 basis poin menjadi 6,5451 terhadap dolar AS
Baca juga: Yuan menguat lagi 97 basis poin menjadi 6,5236 terhadap dolar AS

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dolar jatuh ke terendah lebih dari dua tahun, investor bidik stimulus

kampanye imunisasi COVID-19 di beberapa negara serta tambahan dukungan fiskal AS telah mengurangi risiko penurunan ekonomi global

New York (ANTARA) – Nilai tukar mata uang euro, dolar Aussie dan dolar Selandia Baru mencapai tertinggi lebih dari dua tahun terhadap greenback yang sedang tertekan pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika investor berspekulasi pada lebih banyak dukungan fiskal AS dan memposisikan untuk akhir tahun dalam volume perdagangan yang ringan.

Investor berspekulasi bahwa prospek ekonomi membaik ketika vaksin COVID-19 diluncurkan serta stimulus fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya akan meningkatkan pertumbuhan global dan harga aset pada 2021.

Namun, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan akan tertinggal di belakang rekan-rekannya, dengan mata uang AS juga menderita akibat defisit fiskal dan transaksi berjalan yang meningkat saat pemerintah menambah pengeluaran untuk mengatasi penutupan bisnis terkait virus corona.

Data pada Rabu (30/12/2020) menunjukkan bahwa defisit perdagangan barang-barang naik ke rekor 84,8 miliar dolar AS pada November, dari 80,3 miliar dolar AS pada Oktober.

“Dimulainya kampanye imunisasi COVID-19 di beberapa negara serta tambahan dukungan fiskal AS telah mengurangi risiko penurunan ekonomi global dan menjadi pertanda baik bagi sentimen pasar keuangan secara umum. Ini tetap menjadi hambatan bagi dolar,” kata Elias Haddad, ahli strategi mata uang senior di Commonwealth Bank of Australia, dalam sebuah laporan.

Dolar merosot 0,39 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menjadi 89,65 setelah sebelumnya turun ke 89,56, terendah sejak April 2018. Indeks dolar jatuh lebih dari tujuh persen tahun ini.

Volume perdagangan tipis dengan banyak investor keluar antara liburan Natal dan tahun baru.

Euro mencapai 1,2310 dolar, sebelum jatuh kembali ke 1,2292 dolar, menguat 0,34 persen pada hari itu. Aussie melonjak menjadi 0,7686 dolar, dan terakhir naik 0,93 persen pada 0,7676 dolar. Kiwi mencapai 0,7213 dolar dan terakhir di 0,7200 dolar, atau melonjak 0,74 persen.

Itu merupakan level tertinggi untuk ketiga mata uang terhadap dolar AS sejak April 2018.

Dolar juga tergelincir 0,19 persen menjadi 103,23 yen. Dolar bertahan tepat di atas level terendah sembilan bulan di 102,86 yen yang dicapai pada 17 Desember.

Optimisme stimulus lebih lanjut datang bahkan setelah Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell pada Selasa (29/12/2020) menunda pemungutan suara untuk meningkatkan bantuan tunai COVID-19 dari 600 dolar AS menjadi 2.000 dolar AS.

Presiden terpilih AS Joe Biden diperkirakan akan mendorong lebih banyak tindakan untuk mendukung ekonomi AS setelah dia dilantik bulan depan.

Data lain pada Rabu (30/12/2020) menunjukkan bahwa kontrak untuk membeli rumah bekas AS turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada November karena kekurangan properti yang akut mendorong harga naik.

Sterling juga melonjak ketika anggota parlemen menyetujui kesepakatan perdagangan pasca-Brexit Perdana Menteri Boris Johnson dengan Uni Eropa.

Pound Sterling menguat 0,87 persen menjadi 1,3618 dolar. Sterling bertahan tepat di bawah level 1,3625 dolar yang dicapai awal bulan ini, tertinggi sejak Mei 2018.

Bitcoin mencapai rekor tertinggi 28.917 dolar, membawa keuntungan tahunan untuk mata uang kripto paling populer di dunia itu melebihi 300 persen.

Baca juga: Dolar melemah karena investor pertimbangkan stimulus fiskal AS
Baca juga: Stimulus AS angkat sentimen risiko, dolar menguat, euro kalahkan yen
Baca juga: Dolar menyusut, setelah Inggris-UE sepakati perdagangan pasca-Brexit

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Rekor Baru Lagi, Harga CPO Sekarang Dekati RM 3.600/ton

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) mencatatkan rekor tertinggi barunya lagi hari ini, Rabu (30/12/2020). Kini harga kontrak futures (berjangka) CPO yang aktif diperjualbelikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange tersebut semakin mendekati RM 3.600/ton.

Harga CPO kontrak Maret 2021 menyentuh level RM 3.579/ton pada 11.30 WIB. Harga CPO kini berada di rentang level tertingginya sejak April 2019 atau 8,5 tahun yang lalu.


Harga CPO mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga kontrak minyak kedelai dan minyak sawit yang diperdagangkan di Bursa Komoditas Dalian. Kedua kontrak tersebut masing-masing naik 1,2% dan 1,4%. 

Menambah sentimen positif ada kenaikan harga minyak mentah yang kembali ke atas US$ 51/barel untuk acuan internasional Brent. Tahun 2020 tinggal satu hari lagi. Prospek CPO di tahun 2021 diperkirakan masih moncer setidaknya hingga kuartal pertama.

Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menyebut bahwa output kemungkinan besar masih tertekan dengan adanya pola La Nina yang memicu peningkatan curah hujan di Indonesia dan Malaysia sebagai produsen terbesar kelapa sawit di dunia.

Di saat yang sama, harga tren pertumbuhan ekonomi yang positif di China berpotensi membuat kebutuhan impor kedelai Negeri Panda juga meningkat. Kenaikan kedelai dan minyak kedelai menjadi salah satu sentimen positif bagi CPO.

Fitch dalam laporan terbarunya mengatakan bahwa harga CPO yang sudah sangat tinggi berpotensi mengalami koreksi di tahun 2021. Apalagi prospek output di Indonesia diperkirakan membaik tahun depan.

Harga yang sudah menyentuh level tertingginya sejak April 2012 akan berdampak pada minat beli importir terbesarnya yaitu India dan juga permintaan untuk penggunaan biodiesel di Indonesia.

Indonesia menaikkan harga CPO acuan dan pungutan ekspor untuk Januari. Harga CPO acuan naik ke US$ 951,86 per ton di bulan Januari dari US$ 870,77 per ton di bulan Desember.

Sementara pajak ekspor yang dikumpulkan dari CPO akan dinaikkan menjadi US$ 74 dari US$ 33 per ton sebelumnya. Pungutan ekspor dari CPO juga akan dinaikkan menjadi US$ 225 di bulan Januari dari US$ 180 per ton sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)

Saham Emiten Radio Erick Thohir Ngamuk, Ada Apa nih?

Jakarta, CNBC Indonesia Jelang akhir perdagangan tahun 2020, terpantau saham emiten yang didirikan oleh Menteri Badan Usaha Milik negara (BUMN), Erick Thohir berhasil melesat kencang di tengah koreksi indeks acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 0,77%.

Dua perusahaan yang dibangun dalam Grup Mahaka ialah PT Mahaka Media Tbk (ABBA), dan anak usahanya PT Mahaka Radio Intergra Tbk (MARI).

Usut punya usut ternyata menurut kabar pasar yang beredar di kalangan para pelaku pasar, perusahaan media yang mengelola radio-radio di Indonesia ini akan kedatangan investor baru.


Tidak tanggung-tanggung investor baru yang dimaksud adalah perusahaan modal ventura raksasa Alpha JWC Ventures yang memang sudah tidak asing lagi berinvestasi di Indonesia. Tercatat portofolio investasi JWC Ventures di Indonesia termasuk Kopi Kenangan dan aplikasi Kredivo.

Kabarnya JWC Ventures siap menggelontorkan dana hingga US$ 20 juta atau senilai Rp 282 miliar (kurs Rp 14.100/US$) untuk mendanai segmen konten radio digital milik MARI.

Terpantau, data BEI mencatat, pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, saham MARI berhasil melesat kencang 14,10% ke level Rp 89/unit, bahkan selama sepekan terakhir MARI sudah terbang tinggi 61,82%.

Terpantau investor asing juga mulai masuk ke saham MARI pada perdagangan hari ini dengan total beli bersih sebanyak Rp 112 juta dengan transaksi yang tergolong ramai di angka Rp 24 miliar.

Sentimen positif bagi MARI tentu saham juga dirasakan induk usahanya yakni ABBA meski hari ini ABBA terpaksa terkoreksi 4,55% sejatinya sepekan terakhir ABBA sudah melesat kencang 5%.

Dalam keterbukaan informasi diBEI pada 16 Desember silam, Natalina Sindhikara, Direktur Keuangan MARI, menegaskan perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu, oleh karena itu perseroan tidak membuat laporan kepada BEI, OJK, dan masyarakat umum sebagaimana sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Perseroan sampai saat ini tidak memiliki informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal, karenanya perseroan tidak menyampaikan informasi atau fakta material,” katanya.

Pemegang saham MARI per September 2020, PT Beyond Media 40,35%, ABBA 10,66%, Harry Zulnardy 12,53%, Pramata Prima Utama 0,17%, Trimegah Sekuritas 0,17%, dan pubik 36,12%.

Erick Thohir tercatat sebagai pemegang saham pengendali di ABBA, seusai laporan keuangan September 2020. Mayoritas saham ABBA dipegang PT Beyond Media 57,81%, sisanya ada Peak Holdings Luxemborg SARL 10,27%, Troy Reza Warroka 0,01%, Pendiri PT Abdi Bangsa 0,00% dan publik 31,91%.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)

Harap-harap Cemas, IHSG Bisa Gak Finis di Atas 6.000?

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup minus 0,74% di posisi 5.989,63 pada perdagangan sesi I, Rabu ini (30/12/2020), perdagangan terakhir di tahun ini.

Data perdagangan mencatat, 117 saham naik, 363 saham melorot, dan 131 saham stagnan dengan nilai transaksi Rp 7,6 triliun. Asing tercatat beli bersih Rp 122 miliar.

Tadi pagi, IHSG dibuka hijau 0,26% ke level 6.052,12. Selang 15 menit IHSG sudah anjlok terkoreksi 0,01% ke level 6.035,78 kembali diperdagangkan di bawah support psikologisnya di angka 6.000. Bahkan IHSG sempat ke bawah level terendah yakni 5.987 sebelum akhirnya balik ke 6.000 lagi, kendati di sesi I menyerah.


Sentimen perdagangan di hari terakhir bursa 2020 ini datang dari Senat Partai Republik kemarin memblokir upaya Demokrat untuk meningkatkan pembayaran stimulus langsung dalam tagihan bantuan Covid-19 yang baru diberlakukan dari US$ 600 menjadi US$ 2.000.

Sentimen ini membawa gerak pasar saham AS dari semula mencatatkan rekor tertinggi intraday ke pelemahan terdalam untuk satu bulan terakhir.

Data CNBC mencatat, Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir 0,2% lebih rendah pada 30.335,67, sedangkan S&P 500 juga turun 0,2% menjadi ditutup pada 3.727,04. Indeks Komposit Nasdaq yang kaya akan saham-saham perusahaan teknologi juga turun 0,4% menjadi 12.850,2.

Sementara itu, hari ini terdapat beberapa data yang ditunggu pelaku pasar seperti data penjualan rumah dan neraca perdagangan barang AS yang tertunda akan dirilis hari ini dan angka klaim pengangguran awal AS dipublikasikan Kamis (31/12/2020).

IHSG Sesi II, 30 Des/Tri PutraFoto: IHSG Sesi II, 30 Des/Tri Putra
IHSG Sesi II, 30 Des/Tri Putra

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area pivot atas dengan BB yang kembali menyempit atas maka pergerakan IHSG selanjutnya cenderung terbatas alias sideways.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 6.015. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 5.969.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 42, yang belum menunjukkan adanya indikator jenuh beli ataupun jenuh jual sehingga pergerakan indeks selanjutnya cenderung sideways.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area pivot dan RSI yang masih netral maka pergerakan selanjutnya cenderung sideways atau menyamping.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)

Pukul 13.00 WIB: Rupiah Belum Beranjak Dari Rp 14.065/US$

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali ke zona hijau pada perdagangan pasar spot hari ini, setelah menguat 0,21% kemarin.

Pada Rabu (30/12/2020), US$ 1 dibanderol Rp 14.065/US$ di pasar spot. Rupiah menguat 0,32% dibandingkan dengan penutupan perdagangan terakhir kemarin.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 11:54 WIB:


Periode Kurs
1 Pekan Rp14.049,0
1 Bulan Rp14.089,3
2 Bulan Rp14.112,9
3 Bulan Rp14.149,6
6 Bulan Rp14.264,6
9 Bulan Rp14.392,6
1 Tahun Rp14.543,6
2 Tahun Rp15.310,0

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) pada pukul 11:54 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 14.065
3 Bulan Rp 14.190

Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 11:51 WIB:

Bank Harga Beli Harga Jual
BNI 13.991 14.176
BRI 14.010 14.200
Mandiri 14.075 14.225
BCA 14.080 14.110
CIMB Niaga 14.108 14.138
BTN 13.958 14.308

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)

Deretan Bad News Pasar Modal di 2020, Gak Usah Kangenin!

Jakarta, CNBC Indonesia – Mari kita sejenak kontemplasi apa saja yang terjadi di pasar saham dalam negeri, terutama sentimen negatif. Ya, sentimen negatif ini yang acapkali mempengaruhi psikologis pelaku pasar saham sehingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks acuan utama, melorot.

Memasuki 2020, sejak awal tahun telah dirundung dengan kondisi tak mengenakkan. Baru membuka lembar baru saja 2020 sudah ditemui dengan adanya banjir di Ibu Kota DKI Jakarta dan sekitarnya setelah diguyur hujan sejak malam pergantian tahun.

Bukan tak berdampak pasar keuangan, banjir yang sampai menelan banyak korban jiwa ini bahkan membuat perdagangan saham di awal tahun sepi transaksi.


Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, hari pertama perdagangan nilai transaksi sepi dengan hanya sebesar Rp 4,1 triliun saja. Nilai ini jauh jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan 2019 yang mencapai Rp 9,1 triliun.

Tak hanya itu saja kabar kurang enak di pasar keuangan dalam negeri, CNBC Indonesia telah mengkompilasi sejumlah kabar buruk yang terjadi sepanjang 2020.

1. Pasar Saham Banyak Saham Gorengan, Presiden Sampai Resah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan perdagangan awal tahun ini menyampaikan keresahannya terhadap maraknya aktivitas goreng-menggoreng saham makan banyak korban.

“Praktik goreng-gorengan saham yang menimbulkan korban dan kerugian tidak boleh ada lagi. Berikan perlindungan kepada investor. Manipulasi pasar dan transaksi keuangan yang menjurus pada fraud, pada kriminal harus ditindak dengan tegas. Udah!,” tegas Jokowi saat membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/1/2020).

Dia pun meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengupayakan penghentian praktik tersebut.

2. Ketakutan Pasar Terhadap Potensi Perang Dunia Ketiga

Pasar keuangan dunia di awal tahun sempat digoncang ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Dimulai ketika adanya serangan di Kedutaan Amerika Serikat di Irak dan Iran dituduh sebagai dalang dari serangan tersebut.

Tensi semakin meningkat setelah adanya kabar bahwa Amerika menembak mati petinggi pasukan militer Iran di Baghdad.

Penembakan menggunakan drone ini sampai menewaskan Jenderal Qassim Soleimani yang merupakan pemimpin dari Quds Force selaku satuan pasukan khusus yang dimiliki Revolutionary Guards (salah satu bagian dari pasukan bersenjata Iran).

Balas dendam, Iran pun menembakkan roket ke pangkalan udara gabungan AS-Irak di Ayn al-Asad di Irak Barat.

3. Harga Minyak Ancur-Ancuran Karena Covid

Setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global, harga minyak dunia langsung anjlok tak ada ampun.

Harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat ambles ke zona negatif. Kontrak minyak mentah Negeri Paman Sam itu anjlok ke minus US$ 37,6/barel.

Sepanjang sejarah, ini kali pertama harga minyak bisa masuk dalam teritori negatif. Kondisi politik ini juga membawa kenaikan harga emas ke US$ 1.588,1/troy ons setelah satu minggu memasuki 2020.

4. Penerapan PSAK 71, Berdampak Pada Kinerja Perbankan

Tahun ini mulai diterapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang memberi panduan tentang pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan. Standar yang mengacu kepada International Financial Reporting Standard (IFRS) 9 ini menggantikan PSAK sebelumnya yakni PSAK 55.

Dalam PSAK baru ini, poin utamanya ialah pencadangan atas penurunan nilai aset keuangan berupa piutang, pinjaman, atau kredit. Dengan demikian, aturan akuntansi ini mengubah metode penghitungan dan penyediaan cadangan untuk kerugian akibat pinjaman yang tak tertagih.

Dengan aturan baru ini, emiten harus menyediakan cadangan kerugian atas penurunan nilai kredit (CKPN) bagi semua kategori pinjaman, baik yang kredit lancar (performing), ragu-ragu (underperforming), maupun macet (non-performing). Kondisi ini tentu dinilai akan memberikan pencadangan yang lebih besar dari sebelumnya.

5. Skandal Jiwasraya: Kejahatan Kerah Putih

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memutuskan untuk melakukan audit investigas atas PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Upaya ini juga dilakukan dengan menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kerugian yang terjadi di Jiwasraya ini disebabkan karena adanya goreng saham terstruktur atas kesepakatan para tersangka.

Proses hukum dari kasus Jiwasraya ini berjalan hampir sepanjang tahun ini. Lika-liku dilalui hingga Kejagung banyak melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah perusahaan manajer investasi, sekuritas, Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kejagung juga memerintahkan penangguhan banyak rekening dana nasabah (RDN) yang memperdagangkan saham-saham yang berkaitan dengan kasus Jiwasraya ini.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap banyak saksi dan tersangka dari kasus mega korupsi ini, akhirnya Majelis Hakim sidang Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis hukuman bui seumur hidup dan denda kepada enam tersangka korupsi ini.

Enam orang tersebut adalah Hary Prasetyo, Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013-2018; Hendrisman Rahim, Direktur Utama Jiwasraya periode 2008-2018; Syahmirwan, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya; Joko Hartono Tirto, Direktur PT Maxima Integra; Benny Tjokrosaputro (Bentjok), Direktur Utama Hanson International Tbk (MYRX); dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat.

Kerugian yang disebabkan oleh korupsi di Jiwasraya ini nilainya mencapai Rp 16,8 triliun.

NEXT: Dari Asabri hingga Jouska

Prospek Supercycle Bawa Kurs Dolar Australia Menanjak Terus

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar dolar Australia menguat lagi melawan rupiah pada perdagangan Rabu (20/12/2020), padahal dolar Amerika Serikat (AS) dan Singapura justru melemah.

Sebagai mata uang yang terkait erat dengan harga komoditas, dolar Australia diuntungkan dengan kemungkinan terjadinya supercycle.

Pada pukul 12:02 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.751,29, dolar Australia menguat 0,21% di pasar spot, melansir data Refinitiv. Mata uang Negeri Kanguru berada dekat level tertinggi 3,5 bulan yang dicapai pada Senin lalu.


Supercycle merupakan periode penguatan komoditas dalam jangka panjang. Kenaikan harga-harga komoditas di tahun ini dikatakan sebagai awal dari siklus tersebut, dan akan masuk ke dalamnya mulai tahun depan.

Profesor ekonomi terapan di John Hopkins University, Steve Hanke, dalam wawancara dengan Kitco, Selasa (22/12/2020), mengatakan komoditas akan memasuki fase supercycle tersebut pada tahun 2021 mendatang.

Supply sangat terbatas, stok rendah, dan ekonomi mulai bangkit dan maju ke depan, harga komoditas akan naik dan memulai supercycle. Saya pikir saat ini kita sudah melihat tanda awalnya,” kata Hanke, sebagaimana dilansir Kitco.

Harga bijih besi, yang merupakan komoditas ekspor utama Australia di tahun ini membukukan rekor tertinggi sepanjang masa di Dalian Commodity Exchange China.

Westpac Banking Corp. memprediksi harga bijih besi akan kembali melesat bulan depan, hingga mencapai US$ 180/ton. Saat ini harga bijih besi berada di kisaran US$ 156/ton.
Kenaikan harga-harga komoditas tentunya akan meningkatkan pendapatan ekspor Australia, yang berdampak positif bagi mata uangnya.

Ekspektasi membaiknya kondisi ekonomi juga menjadi pemicu penguatan dolar Australia. Biro Statistik Australia kemarin melaporkan tingkat pengangguran turun menjadi 6,8% dari bulan Oktober sebesar 7%. Selain itu, sepanjang bulan November terjadi perekrutan tenaga kerja sebanyak 70 ribu orang.

Data tersebut mengkonfirmasi membaiknya perekonomian Australia. Di awal bulan ini, bank sentralnya (Reserve Bank of Australia/RBA) menunjukkan optimisme terhadap kondisi perekonomian.

Pada hari Selasa (1/12/2020), RBA dalam pengumuman rapat kebijakan moneter hari ini mempertahankan suku bunga 0,1%.

Gubernur RBA, Philip Lowe, menunjukkan sikap optimis perekonomian Australia akan bangkit dari resesi yang terjadi untuk pertama kalinya dalam 3 dekade terakhir.

“Pemulihan ekonomi sedang berlangsung, dan data ekonomi yang dirilis belakangan ini lebih baik dari perkiraan sebelumnya,” kata Lowe, sebagaimana dilansir Reuters.

“Ini adalah kabar bagus, tetapi pemulihan ekonomi masih belum terjadi secara menyeluruh, dan masih sangat tergantung dari dukungan kebijakan moneter dan fiskal,” katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)

4 BUMN Konstruksi, Siapa Jawaranya di 2020?

Jakarta, CNBC Indonesia – Tahun 2020 segera berlalu. Perdagangan saham di Rabu ini (30/12) menjadi perdagangan saham terakhir tahun 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan akan dibuka lagi pada Senin (4/1) tahun depan, tahun Kerbau dalam kalender China.

Berdasarkan data BEI, empat saham BUMN konstruksi yakni PT PP Tbk (PTPP), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan kinerja saham variatif kendati dari sisi year to date atau tahun berjalan mulai pulih.

Siapa jawaranya?

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini

Ramai-ramai Lepas Dolar, Rupiah Dekati Rp 14.000/US$!

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah mampu mempertahankan penguatan melawan dolar Amerika Serikat (AS) hingga pertengahan perdagangan Rabu (30/12/2020). Dolar AS yang sedang tertekan akibat aksi jual yang makin marak membuat rupiah mampu menguat di perdagangan terakhir tahun ini.

Melansir data Refinitiv, rupiah hari ini membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.110/US$. Tidak lama, Mata Uang Garuda langsung masuk ke zona hijau. Apresiasi terus berlanjut hingga 0,32% di Rp 14.065/US$, dan bertahan di level tersebut hingga pukul 12:00 WIB.

Maraknya aksi jual the greenback terlihat dari data US Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang menunjukkan nilai posisi jual (short) terhadap dolar AS pada pekan yang berakhir 21 Desember 2020 sebesar US$ 30,15 miliar. Nilai tersebut merupakan yang tertinggi dalam tiga bulan terakhir.


Alhasil, indeks dolar AS kembali merosot, hingga siang ini berada di 89,716, merosot 0,31%. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 19 April 2018.

Selain maraknya aksi jual, dolar AS juga sedang mendapat tekanan setelah Presiden AS, Donald Trump, di awal pekan menandatangani rancangan undang-undang (RUU) stimulus fiskal senilai US$ 900 miliar yang di-bundle dengan anggaran belanja pemerintah senilai US$ 1,4 triliun.

Dengan ditekennnya RUU tersebut menjadi undang-undang, artinya pemerintahan AS terhindar dari shutdown, yang membuat sentimen pelaku pasar kembali membaik.

Selain itu, dengan cairnya stimulus fiskal, jumlah uang beredar di perekonomian AS akan bertambah, secara teori nilai tukar dolar AS akan melemah. Indeks dolar AS, yang menjadi tolak ukur kekuatan the greenback kemarin sempat merosot 0,4% ke bawah level 90.

Kabar bagus kembali datang dari AS yang bisa membawa rupiah kembali ke zona hijau pada perdagangan hari ini, Selasa (29/12/2020).

House of Representative (DPR) AS sudah meloloskan RUU bantuan langsung tunai (BLT) senilai US$ 2.000 per orang yang sebelumnya diminta oleh Trump. RUU tersebut kini diserahkan ke Senat untuk di-voting, sebelum ke meja Presiden Trump untuk diteken.

Sayangnya, Senat menolak RUU tersebut sehingga tidak ada tambahan stimulus dalam waktu dekat. Meski demikian, Presiden Trump akan lengser dari jabatannya, dan digantikan oleh Joseph ‘Joe’ Biden, pada 20 Januari mendatang.

Biden sebelumnya sudah mengatakan akan menggelontorkan stimulus tambahan guna membantu perekonomian AS. Sehingga ke depannya, dolar AS masih akan tertekan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)