3 Emiten China Didepak dari Wall Street, Ini Reaksi Beijing

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah China mengomentari keputusan bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street, yang mendepak tiga perusahaan asal Tirai Bambu yang melantai di bursa tersibuk dunia itu. Melansir CNBC International, Kementerian Perdagangan China merasa kecewa akan langkah tersebut.

Beijing menuding bahwa langkah ini akan mengganggu beberapa investor. Termasuk investor AS sendiri.


“(AS) menyalahgunakan keamanan nasional dan menggunakan kekuasaan negara untuk menindak perusahaan China,” kata kementerian dikutip dari CNBC International, Senin (4/1/2020)

“Hal ini tidak sejalan dengan aturan dan logika pasar, yang tidak hanya merugikan hak-hak sah perusahaan China, tetapi juga juga kepentingan investor di negara lain, termasuk AS.”

Mengutip media Global Times, China berjanji akan mengambil langkah-langkah yang tegas demi melindungi kepentingan perusahaan negaranya. Namun Negeri Panda juga menambahkan harapannya agar hubungan bisnis kedua negara dapat terselenggara dengan fairserta menguntungkan banyak pihak.

“Kami akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan China,” ujar kementerian lagi.

“Kami berharap AS dan China akan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan bisnis yang adil, stabil, dan dapat diprediksi bagi perusahaan dan investor, sehingga hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral kembali ke jalurnya.”

Sebelumnya, 31 Desember, NYSE memutuskan untuk mendepak tiga emiten asal China yang berada di bursa saham itu. Hal ini merupakan lanjutan dariblacklistyang diterapkan Presiden Donald Trump kepada beberapa perusahaan asal negeri tirai bambu itu.

NYSE mengatakan pada hari Kamis (31/12/2020) bahwa mereka akan menghapus China Telecom Corp. Limited, China Mobile Limited, dan China Unicom Hong Kong Limited.

Trump menandatangani perintah pada November yang melarang warga AS berinvestasi di 35 perusahaan yang diduga terkait dengan pengembangan militer China. Termasuk di dalamnya ketiga perusahaan tersebut dan 32 perusahaan besar lainnya seperti Huawei dan CNOOC.

Larangan investasi akan mulai berlaku pada 11 Januari, hanya beberapa hari sebelum Presiden terpilih Joe Biden akan dilantik. Menurut NYSE, perdagangan ketiga perusahaan tersebut kemungkinan akan dihentikan paling cepat 7 Januari atau paling lambat 11 Januari.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)