8 Pekan Beruntun Menguat 17%, IHSG Masih Bertenga Ngegas?

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan penguatan 3,8% sepanjang pekan lalu ke 5.783,335. Dengan demikian, IHSG kini sudah menguat dalam 8 pekan beruntun dan berada di level tertinggi sejak Februari. Total penguatan dalam 8 pekan beruntun tersebut sebesar 17,4%.

Data perdagangan mencatat, selain melesat kencang pekan pekan lalu perdagangan kembali ramai dengan total transaksi mencapai Rp 74,40 triliun atau rata-rata Rp 14,88 triliun per hari bahkan pada pekan ini BEI mencatat rekor transaksi tertinggi tahun ini di angka lebih dari Rp 18 triliun.

Investor asing juga melakukan aksi beli bersih (net buy) Rp 543 miliar di pasar reguler. 


Pelaku pasar terus memburu aset-aset bersiko akibat harapan hidup akan segera kembali normal setelah vaksin dari perusahaan farmasi AS, Pfizer dan Moderna, serta perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca diklaim efektif mengatasi virus corona hingga 90% atau lebih dan tidak menimbulkan efek samping yang serius.

Selain itu, Presiden Donald Trump akhirnya membuka pintu pada transisi ke pemerintahan Presiden terpilih Joseph ‘Joe’ Biden, juga membuat pelaku pasar semakin ceria.

Belum lagi Biden yang dikabarkan menunjuk mantan ketua The Federal Reserve (The Fed), Janet Yellen, sebagai menteri keuangan. Pelaku pasar percaya wanita yang kini berusia 74 tahun tersebut akan fokus membenahi perekonomian, dan tidak terlibat masalah politik.

Sementara itu pada hari ini, Senin (30/11/2020), kabar baik datang dari China dimana sektor manufakturnya kembali menunjukkan peningkatan ekspansi, yang bisa memberikan sentimen positif ke pasar saham Asia termasuk IHSG.

Secara teknikal, IHSG nyaris mencapai IHGS 5.800 pada Jumat pekan lalu, dan sah melanjutkan reli panjang dalam 3 pekan terakhir.

Awal penguatan tajam IHSG dimulai Kamis (5/11/2020) saat muncul White Marubozu dalam grafik candle stick harian.

Saat itu IHSG membuka perdagangan di level 5.161,39, yang sekaligus menjadi level terendah harian, dan mengakhiri perdagagan di level 5.260,326, sekaligus menjadi level tertinggi harian.

Level open sama dengan low, dan close sama dengan high itu yang disebut sebagai White Marubozu.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

White Marubozu merupakan sinyal nilai suatu aset akan kembali menguat. Terbukti setelahnya IHSG terus menguat.

Kabar baiknya, pada Senin (23/11/2020) IHSG kembali membentuk pola White Marubozu, sehingga ada potensi reli akan kembali berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan kembali ke levcel 6.000 dalam beberapa hari ke depan.

IHSG juga bergerak di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200).

Namun indikator stochastic pada grafik harian masih berada di wilayah jenuh beli (overbought).

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Stochastic pada grafik 1 jam bergerak naik tetapi belum memasuki wilayah overbought.

Resisten terdekat kini berada di 5.800 hingga 5.810, jika kembali dilewati IHSG berpeluang menguat ke 5.855.

Tetapi selama tertahan di bawah resisten, IHSG berisiko terkoreksi. Support terdekat berada di kisaran 5.760, jika ditembus IHSG berisiko turun ke 5.720.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)