Ada Stimulus Mega Jumbo dari AS, Bikin Harga Emas Terbang

Jakarta, CNBC Indonesia – Ada sinyal positif terkait stimulus fiskal jilid II di Amerika Serikat (AS), harga emas langsung melesat. Namun pada perdagangan pagi ini harga emas cenderung tak beranjak dari posisi penutupan perdagangan kemarin. 

Di arena pasar spot harga emas dibanderol di US$ 1.853,5/troy ons pada 09.15 WIB. Harga emas kembali tembus level resisten terdekatnya di US$ 1.850/troy ons. Kemarin harga emas melesat 1,4% dalam sehari.


Kini mulai ada titik terang terkait stimulus yang selama ini diskusinya menemui jalan buntu. Proposal bipartisan yang diusulkan senilai US$ 908 miliar itu dipecah menjadi dua rancangan undang-undang (RUU).

RUU yang pertama akan spesifik mencakup bantuan senilai US$ 748 miliar. Bantuan ini rencananya akan dialokasikan untuk tambahan program paycheck protection program (PPP), asuransi pengangguran, sekolah dan alokasi untuk pengembangan dan distribusi vaksin.

Poin-poin tersebut disepakati oleh kedua belah pihak baik Partai Demokrat yang menguasai DPR dan Partai Republik yang menguasai Senat. Sementara itu untuk RUU yang mencakup bantuan senilai US$ 160 miliar yang berisi tentang bantuan sektor usaha dipisah karena poin ini yang memicu perbedaan pendapat. 

Adanya kabar positif terkait stimulus ini membuat pasar keuangan sumringah. Pagi tadi tiga indeks acuan Wall Street kompak menguat lebih dari 1%. Sementara bursa saham Asia juga mayoritas bergerak di zona hijau.

Emas yang sangat sensitif terhadap stimulus pun ikut terdongkrak. Stimulus fiskal jilid II yang masif ini berpotensi menekan dolar AS lebih dalam. Emas dan dolar punya korelasi negatif, artinya arah pergerakannya berbanding terbalik. 

Saat ini fokus pelaku pasar adalah hasil pertemuan komite pengambil kebijakan Federal Reserves (FOMC). Pasar mungkin melihat sinyal dan arah kebijakan moneter baru pada pertemuan Desember kata ahli strategi TD Securities.

The Fed diperkirakan masih akan memberikan sinyal kebijakan yang sifatnya lebih kualitatif ketimbang kuantitatif. Setidaknya di bulan Desember, the Fed mungkin mengklarifikasi bahwa program QE akan berjalan sampai ada perbaikan di sektor lapangan kerja dan geliat inflasi untuk mencapai sasaran target 2%.

Untuk emas, ini semua adalah kabar baik karena stimulus, imbal hasil yang lebih rendah, dan dolar AS yang lebih lemah kemungkinan akan memicu lebih banyak alokasi dana ke logam mulia.

Tahun 2021 tinggal 2 pekan lagi. Secara fundamental harga emas masih berpeluang naik sampai ke 2021. Banyak analis yang memperkirakan harga emas bisa kembali ke level US$ 1.900 – US$ 2.100 tahun depan.

Bahkan menurut BMO Capital Markets, sampai tahun 2023 harga emas masih akan tetap kokoh di atas US$ 1.800/troy ons. Rata-rata harga emas tahun 2021 diramal berada di US$ 1.915/troy ons.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)