Ada yang Naik 7%, Ada yang 8%, Harga Minyak Menggila!

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak mentah dunia melesat tajam sepanjang pekan ini. Harapan akan hidup normal bebas dari jeratan pandemi Covid-19 jadi pendongrak harga si emas hitam.

Minggu ini, harga minyak jenis brent melesat 7,16% secara point-to-point. Sementara yang jenis light sweet melonjak 8,02%.


Berbagai kabar positif seputar vaksin anti-virus corona menjadi penyebab lonjakan harga minyak. Calon vaksin yang sedang dikembangkan oleh Pfizer BioNTech, Moderna, AstraZaneca dan Universitas Oxford, sampai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology seluruhnya dklaim punya tingkat kesuksesan lebih dari 90%.

Saat ini vaksin buatan Pfizer dan BioNtech sedang dalam proses perizinan untuk penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA). Proses perizinan akan dipersingkat, sehingga kemungkinan besar vaksin sudah bisa digunakan pada pertengahan bulan depan.

Vaksin adalah ‘senjata’ pamungkas dalam perang melawan virus corona. Vaksin akan membentuk kekebalan tubuh terhadap virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini. Oleh karena itu, ada harapan hidup bisa normal lagi seperti dulu dan ekonomi bebas dari resesi.

“Vaksin yang sukses akan memutus hubungan antara pandemi dengan mobilitas masyarakat. Permintaan minyak dunia akan meningkat, meski bertahap dan baru bisa menyentuh level pra-pandemi pada 2022,” sebut riset JPMorgan.

Dihadapkan terhadap prospek kenaikan harga, Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak Dunia dan sejumlah negara produsen lain seperti Rusia (OPEC+) berencana untuk meningkatkan produksi sebesar 2 juta barel/hari mulai Januari 2021. Jumlah ini setara dengan 2% konsumsi dunia.

“Oleh karena itu, pelaku pasar memperkirakan kenaikan harga minyak akan mulai terbatas saat OPEC+ benar-benar menaikkan produksi,” kata Bjornar Tonhaugen, Head of Oil Market Rystad Energy, sebagaimana dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)