Aduh, Ada Cacat pada Pesawat Boeing 787 Dreamliner

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan pembuat pesawat Boeing mengatakan menemukan masalah saat melakukan inspeksi terhadap produksi pesawat 787 Dreamliner.

Awal Desember ini, Boeing mengatakan bahwa inspeksi untuk kekurangan produksi pesawat 787 memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan, menghambat kemampuan pembuat pesawat berbasis Amerika Serikat untuk mengirimkan jet ke pelanggan pada bulan ini.


Pada Senin (14/12/2020), Boeing menambahkan bahwa pemeriksaan pesawat 787 yang dirakit menemukan beberapa area di segmen badan pesawat bergabung, berpotensi tidak semulus yang dibutuhkan.

Namun Boeing mengatakan spesifikasi teknik yang dipermasalahkan kira-kira setara dengan lebar rambut manusia. Mereka juga mengatakan masalah tersebut tidak menimbulkan bahaya keamanan.

Wall Street Journal sebelumnya melaporkan alasan spesifik dibalik pemeriksaan kontrol kualitas yang lebih luas, beserta fakta bahwa pemeriksaan tersebut sekarang mencakup area sebagian besar badan pesawat bersatu, bukan hanya bagian tertentu di sekitar ekor jet.

Pada hari yang sama, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya ” terus terlibat dengan Boeing melalui proses Keselamatan Operasional Berkelanjutan dan pengawasan manufaktur yang mapan untuk menangani masalah apa pun yang mungkin timbul dengan tepat”.

“Tidak ada masalah yang diangkat baru-baru ini yang dianggap sebagai masalah keamanan langsung. (Kami) menanggapi masalah kualitas ini dengan serius dan terus terlibat dalam diskusi tentang mitigasi apa pun,” ujar seorang pejabat FAA mengatakan kepada Reuters.

Boeing tercatat dengan kode saham BA di Wall Street, New York, AS. Kemarin saham perusahaan ini turun 1,68 poin atau -0,73%.

(sef/sef)