Alert! Bursa Jepang dan China Merah, Bikin IHSG Makin Goyah

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat (4/12/2020), setelah perusahaan farmasi raksasa Pfizer mengumumkan hanya akan mampu mengirim setengahnya dari total target vaksin corona (Covid-19) nya pada tahun ini.

Hanya dua indeks utama Asia yang hari ini dibuka melemah, yakni indeks Nikkei Jepang yang dibuka terkoreksi 0,3% dan Shanghai Composite China yang dibuka melemah 0,16%.

Sedangkan sisanya dibuka menguat, yakni KOSPI Korea Selatan yang dibuka menguat 0,35%, Hang Seng Hong Kong tumbuh 0,28% dan STI Singapura yang naik tipis 0,08%.


Beralih ke Negeri Adidaya (AS), bursa saham Wall Street ditutup mixed pada perdagangan Kamis (3/12/2020) waktu setempat, setelah perusahaan farmasi raksasa Pfizer mengumumkan hanya akan mampu mengirim setengah dari total target vaksin Covid-19 nya pada tahun ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 85,73 poin atau 0,29% menjadi 29.969,52. Sementara S&P 500 turun 2,29 poin atau 0,06% menjadi 3.666,72, dan Nasdaq Composite naik 27,82 poin atau 0,23% menjadi 12.377,18.

Hal ini terjadi setelah perusahaan farmasi raksasa Pfizer mengumumkan hanya akan mampu mengirim setengah dari total target vaksin Covid-19 nya pada tahun ini.

Pfizer mengatakan vaksin yang dikembangkan bersama BioNTech ini kekurangan bahan baku mentahnya, di mana yang tersedia saat ini tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, seperti dilansir dari Wall Street Journal.

Perusahaan farmasi raksasa tersebut berharap untuk dapat mengirimkan hanya 50 juta dosis tahun ini dan menghapus harapan pemulihan ekonomi yang cepat pasca kehadiran virus corona yang tentunya sangat diperlukan untuk memutar kembali roda perekonomian.

Meskipun demikian kabar baik datang dari Nancy Pelosi dan Pemimpin Partai Mayoritas di Senat AS, Mitch McConnell yang memperbincangkan paket stimulus corona serta harapan agar tidak terjadi government shutdown.

Dikabarkan paket stimulus fiskal jumbo senilai US$ 908 miliar ini siap digolkan oleh kedua partai politik mayoritas di AS untuk menyokong bisnis kecil, dan pengangguran di AS.

Selanjutnya angka klaim pengangguran di AS akhirnya mengalami penurunan pertama dalam 2 pekan terakhir, meskipun penurunan kali ini masih rapuh.

Per 28 November tercatat 712 ribu masyarakat AS mengajukan asuransi pengangguran, turun 75 ribu dari posisi sebelumnya di angka 787 ribu dan lebih rendah dari ekspektasi pasar di angka 775 ribu.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)