Andai Pasar Saham Sudah Buka, IHSG Kemungkinan Menguat

Jakarta, CNBC Indonesia – Tahun 2020 resmi berakhir dan kini saatnya memasuki tahun yang baru. Perdagangan pasar saham di Indonesia baru akan dibuka Kembali pada tanggal 4 Januari 2021.

Namun, seandainya pasar saham RI sudah dibuka, kemungkinan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat seiring dari bursa saham acuan global, Wall Street yang menutup tahun 2020-nya dengan catatan gemilang.

Pada perdagangan saham terakhir tahun 2020 di Indonesia, yakni Rabu (30/12/2020), nasib IHSG ternyata tidak seberuntung yang diperkirakan. IHSG berakhir di level 5.979,073, minus 0,95%, dan sepanjang 2020 membukukan pelemahan 5,09%.


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street akhirnya menutup akhir tahun dengan manis pada Kamis (31/12/2020). Meski secara sepanjang tahun penuh ‘drama’, indeks-utama mencetak rekor.

Di tahun ini naik 16% sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) 7%. Nasdaq Composite Index sendiri naik 43%, yang menandai kenaikan tahunan terbesar sejak 2009.

Hal ini didorong oleh data tingkat pengangguran AS pada Desember 2020, di mana Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan klaim tunjangan pengangguran sebesar 787.000.

Angka itu jauh lebih baik dari proyeksi ekonom dalam survey Dow Jones yang memperkirakan angkanya mencapai 828.000 klaim.

Selain itu, kabar baik juga datang dari China hari ini. Aktivitas manufaktur China masih mampu mempertahankan ekspansinya di bulan ini. Data dari pemerintah China menunjukkan purchasing managers’ index (PMI) di bulan Desember sebesar 51,9, menurun dibandingkan bulan sebelumnya 52,1.

PMI menggunakan angka 50 sebagai ambang batas, di bawahnya berarti kontraksi, sementara di atasnya ekspansi.

Meski PMI manufaktur China menurun, tetapi masih menunjukkan ekspansi, sehingga pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut terus berlanjut.

Selain dua faktor di atas, sentimen positif lainnya yang dapat membuat IHSG menguat jika perdagangan hari ini sudah dibuka adalah kedatangan tambahan vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada Kamis kemarin.

Sebanyak 1,8 juta dosis vaksin Covid-19 jadi milik Sinovac Biotech gelombang kedua telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Indonesia. Dengan ini, pemerintah sudah memiliki 3 juta dosis vaksin.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan setelah tiba di Jakarta, vaksin Sinovac akan dikirimkan ke Bio Farma di Bandung untuk disimpan di fasilitas khusus dan aman sesuai standar World Health Organization (WHO).

“Ini adalah Batch kedua. Batch pertama sudah tiba 2 Desember lalu sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Sinovac,” ujar Retno Marsudi dalam konferensi pers digital di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (31/12/2020).

Retno menambahkan dalam waktu dekat sebanyak 15 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk akan tiba lagi. Vaksin ini akan diproses oleh Bio Farma menjadi vaksin jadi.

Vaksin Sinovac rencananya akan diberikan kepada tenaga kesehatan Indonesia. Saat ini vaksin ini masih menunggu izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM).

Vaksin Sinovac juga menjalankan uji klinis tahap tiga di Indonesia dengan melibatkan 1.600 relawan. Bio Farma berharap izin penggunaan darurat akan dikeluarkan BPOM pada minggu ketiga Januari 2021 dan segera dimulai program vaksinasi.

Tiga faktor tersebut bisa menjadi sentimen positif di pasar finansial dan membawa IHSG ke zona hijau seandainya perdagangan pasar keuangan sudah dibuka pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)