Andai Tak Libur Pilkada, Rupiah Niscaya Bakal Perkasa!

Jakarta, CNBC Indonesia – Hari ini, pasar keuangan Indonesia libur karena cuti bersama Pilkada 2020. Rupiah pun tidak diperdagangkan di pasar spot.

Namun bukan berarti rupiah tidak bisa ditransaksikan. Masih ada perdagangan di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) di luar negeri.

Bagaimana kabar rupiah di pasar NDF? Apakah mata uang Tanah Air bisa menguat atau malah melemah?


Berikut kurs dolar AS di pasar NDF beberapa saat setelah penutupan perdagangan pasar spotsebelum kemarin dibandingkan hari ini, Rabu (9/12/2020), mengutip data Refinitiv:

Periode

Kurs 8 Desember (15:01 WIB)

Kurs 9 Desember (08:37 WIB)

1 Pekan

Rp14.139,6

Rp 14.116,2

1 Bulan

Rp14.174,7

Rp 14.160,8

2 Bulan

Rp14.197,5

Rp 14.193,5

3 Bulan

Rp14.236,2

Rp 14.232,5

6 Bulan

Rp14.356,8

Rp 14.319,5

9 Bulan

Rp 14.487,5

Rp 14.486

1 Tahun

Rp 14.638,9

Rp 14.597

2 Tahun

Rp 15.370

Rp 15.370

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang kali terakhir diperbarui pada 8 Desember pukul 14:22 WIB:

Periode

Kurs

1 Bulan

Rp 14.118

3 Bulan

Rp 14.208

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.