AS Siap Vaksinasi Covid-19 Tapi Jerman Lockdown, Minyak Flat

Jakarta, CNBC Indonesia – Mengawali perdagangan pekan ini pada Senin (14/12/2020), harga kontrak minyak mentah cenderung flat setelah melesat minggu lalu. Untuk harga kontrak minyak yang teraktif diperdagangkan masih berada di rentang level tertingginya dalam sembilan bulan. 

Pada 09.45 WIB, harga kontrak futures Brent naik sangat tipis 0,08% ke US$ 50/barel. Di saat yang sama, harga kontrak futures West Texas Intermediate (WTI) flat di level US$ 46,57/barel.


Harga si emas hitam sudah reli enam pekan beruntun dan mengalami apresiasi tertinggi sejak bulan Juni. Optimisme seputar vaksin Covid-19 turut membuat harga komoditas energi fosil ini terkerek naik.

Kabar terbaru, FDA Amerika Serikat (AS) telah merestui penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech. Dalam rilis media lembaga pengawas makanan dan obat AS tersebut mengatakan berdasarkan sejumlah data yang ada vaksin Pfizer-BioNTech kemungkinan efektif dalam memberikan proteksi terhadap Covid-19.

Namun kenaikan harga minyak masih terbatas lantaran banyak negara terutama di Eropa yang masih menerapkan lockdown. Salah satunya adalah Jerman yang bahkan berencana untuk mengetatkan lockdown mulai minggu ini. 

Lockdown membuat permintaan terhadap minyak dan bahan bakar menjadi menurun, sehingga dampaknya membuat harga tertekan.

Investor juga menantikan dua pertemuan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia atau yang dikenal sebagai OPEC+.

Komite Pemantau Kementerian Bersama (JMMC) OPEC+ yang mengawasi kepatuhan di antara para anggota akan bertemu pada 16 Desember, sementara OPEC+ akan bertemu pada 4 Januari.

Dalam pertemuannya pada awal Januari nanti, OPEC+ akan memantau dan mempelajari secara seksama perkembangan di pasar setelah keputusan terakhir mereka untuk membatasi kenaikan produksi hingga 500.000 barel per hari mulai tahun depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)