Asing Nyerok Saham Banyak, IHSG Terbang Tinggi 1,5%

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis(7/1/21) ditutup di zona hijau 1,45% ke level 6.153,63. IHSG sukses balas dendam, setelah kemarin anjlok parah karena pemberlakuan PSBB ketat di Jawa dan Bali. Usai rapat kabinet, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan membatasi aktivitas masyarakat di sejumlah daerah di Jawa-Bali.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 747 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 21,8 triliun. Terpantau 279 saham naik, 187 saham turun, sisanya 169 stagnan.

Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 109 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 85 miliar.


Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Rp 24 miliar dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 8 miliar.

Sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melesat 17,12% hari ini menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan dengan nilai transaksi Rp 4,9 triliun setelah kenaikan harga nikel menyulut melesatnya harga saham-saham nikel.

Selain itu dari global, pasar mencermati permasalahan politik di Amerika Serikat (AS) yang hingga kini masih terjadi, di mana saat ini, hasil pemilihan Senat AS masih diperhitungkan.

Harapan pelaku pasar di AS adalah imbangnya porsi Senat AS, sehingga tidak terjadi ketimpangan kewenangan yang dapat merugikan masyarakat, termasuk para investor.

Dari luar negeri, data inflasi dan dataconsumer confidence(indeks keyakinan konsumen/IKK) di Zona Euro pada Desember 2020, serta data klaim pengangguran AS untuk pekan yang berakhir pada 26 Desember 2020 juga patut dicermati oleh pelaku pasar hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)