Bad News Juragan! IHSG Sesi 2 Belum Puas Turun…..

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Selasa (29/12/20) ditutup Merah 0,29% ke level 6.075,74.

Para pelaku pasar mulai berhati-hati setelah sebelumnya rencana penarikan rem darurat di Ibu Kota kembali mencuat sehingga indeks acuan bursa Garuda terpaksa ditutup di bawah level psikologis 6.100 meski sempat melesat kencang pada awal perdagangan.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 248 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 8,5 triliun.


Beralih ke Wall Street, tiga indeks utama di bursa saham New York ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,68% ke 30.403,97, S&P500 terangkat 0,87% menjadi 3.735,36, dan Nasdaq Composite bertambah 0,74% jadi 12.899,42. Ketiganya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

“Pasar saham terimbas sentimen positif dari pengesahan stimulus fiskal, ini adalah sesuatu yang baik. Anda bisa melihat bahwa kebijakan fiskal dan moneter sama-sama mendukung stabilitas.

“Di sisi kesehatan, ada harapan dengan kehadiran vaksin anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Kondisi secara umum suportif untuk pasar saham,” jelas Terry Sandven, Chief Equity Strategist di US Bank Wealth Management yang berbasis di Minneapolis, seperti dikutip dari Reuters.

Sentimen positif juga datang dari Eropa. Akhir pekan lalu, Benua Biru memulai proses vaksinasi massal untuk melawan virus corona.

“Kita punya ‘senjata’ baru melawan virus: vaksin. Sekali lagi, kita harus berdiri bersama,” sebut Emmanuel Macron, Presiden Prancis, dalam cuitan di Twitter.

Proyeksi IHSG sesi II, 29 Desember/Tri PutraFoto: Proyeksi IHSG sesi II, 29 Desember/Tri Putra
Proyeksi IHSG sesi II, 29 Desember/Tri Putra

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode per jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area batas atas maka pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi terkoreksi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 6.123. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 6.039.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 51 yang belum menunjukkan adanya indikator jenuh jual meskipun demikian RSI kembali terkonsolidasi turun setelah sebelumnya menyentuh level jenuh jual. Hal ini biasanya menandakan pergerakan IHSG selanjutnya akan cenderung terdepresiasi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB yang berada di area batas bawah, maka pergerakan selanjutnya cenderung bearish atau terkoreksi. Hal ini juga terkonfirmasi dengan munculnya indikator RSI yang terkonsolidasi turun.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)