Bos Telkom Dapat Tugas Berat, Erick: Market Cap Rp 450 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri BUMN Erick Thohir memberi tugas yang tak mudah kepada jajaran direksi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Erick pasang target nilai kapitalisasi pasar Telkom harus kembali lagi ke level Rp 450 triliun, dimana market cap Telkom pernah Rp 475 triliun pada 2017.

Erick yakin valuasi itu dapat tercapai seiring dengan transformasi besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN. Apalagi Telkom memiliki perusahaan infrastruktur terbesar yang dimiliki BUMN.

“Saya melihat Telkom ini adalah perusahaan terbesar yang dimiliki BUMN secara infrastruktur dan yang bisa mem-push perubahan yang terjadi karena Covid-19 ini, mohon maaf saya bicara keras ini bukan karena saya tidak sayang, justru karena saya sayang,” kata Erick Thohir, di acara 25th Telkom IPO Anniversary, Kamis (19/11/2020) yang dihelat secara daring.


Atas transformasi tersebut, menurut mantan bos FC Internazionale itu, nilai kapitalisasi pasar Telkom sudah mencapai Rp 317 triliun.

“Telkom baru bergerak sedikit saja, kaptalisasi pasarnya sudah Rp 317 triliun. Karena market itu tidak bodoh, investor itu tidak bodoh, investor percaya pada perusahaan yang punya strategi jangka panjang,” katanya lagi.

Tak ingin berpuas diri, Kementerian menargetkan nilai kapitaliasi pasar Telkom meningkat menjadi Rp 450 triliun, posisi tersebut diklaim Erick disebut sama ketika

Erick bercerita, di bawah Direktur Utama (Dirut) PT Telkom periode 1992-1996, Setyanto P Santosa, Telkom mencatatkan saham dual listing di Bursa New York (NYSE) dan BEI.

“Kalau dulu nilai kapitalisasi pasar Rp 450 triliun, saya mau di bawah pimpinan komisaris dan direksi sekarang, saya mau valuasi Telkom harus sama kembali,” kata Erick.

Erick meyakini, target tersebut dapat dicapai dengan menjalankan peta jalan (roadmap) bisnis yang sudah dirancang Kementerian dan Telkom.

“Saya yakinkan, dengan roadmap yang kita sepakati saya yakin nilai kapitalisasi pasar Telkom kembali naikkan marwahnay seperti sewaktu Pak Setyanto melistingkan dengan harga valuasi Rp 450 T bisa kita capai,” tegasnya.

Di Bursa Efek Indonesia, Telkom termasuk emiten dengan kapitalisasi pasar yang cukup tinggi, yakni sebesar 4% dari nilai total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia.

Sejak Initial Public Offering (IPO) pada 14 November 1995 lalu, saat ini Telkom mempertahankan porsi pemegang saham publik sebesar 47,90%. Sedangkan, pemerintah melalui Kementerian BUMN menggenggam kepemilikan sebesar 52,09%.

Pada perdagangan hari ini, harga saham Telkom tercatat terkoreksi 0,31% ke level 3.170/unit. Nilai kapitalisasi saham Telkom tercatat Rp 314,03 triliun. 

Pada 2017 harga saham Telkom pernah menyentuh level harga Rp 4.800. Pada level harga tersebut nilai kapitalisasi saham Telkom tercatat mencapai Rp 475,5 triliun. 

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)