Bursa Asia Kompak Hijau Lagi, Nikkei Apes Sendirian

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Asia mayoritas ditutup menguat pada Rabu (18/11/2020), di tengah kekhawatiran pelaku pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa karena lonjakan kasus virus corona (Covid-19) yang kembali terjadi, walaupun masih adanya sinyal positif dari vaksin Covid-19.

Hanya indeks Nikkei Jepang yang ditutup melemah pada hari ini. Indeks Negeri Sakura tersebut ditutup ambles 1,1%.

Sedangkan sisanya ditutup menguat hari ini, yakni indeks Hang Seng di Hong Kong yang ditutup menguat 0,49%, Straits Times Index (STI) Singapura yang naik 0,29%, KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,26% dan Shanghai Composite China menguat 0,22%.


Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,5% di level 5.557,51 pada perdagangan hari ini.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih di BEI sebanyak Rp 475 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 12,2 triliun.

Bursa saham Asia masih merespons positif terkait kabar baik dari kandidat vaksin Covid-19 buatan Moderna yang masih menjadi sinyal positif hingga hari ini.

Sebelumnya pada Senin (16/11/2020), Moderna merilis hasil uji coba tahap ketiga yang menunjukkan bahwa vaksin besutannya memiliki tingkat efikasi, atau persentase sukarelawan penerima vaksin yang sukses membentuk antibodi hingga 94,5%.

Kesuksesan tersebut mengamplikasi optimisme pekan sebelumnya ketika perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech mengumumkan tingkat efikasi vaksin mereka mencapai lebih dari 90%.

Walaupun begitu, pelaku pasar Asia juga cenderung berhati-hati terkait kabar dari melonjaknya kembali kasus terjangkit virus Covid-19 di AS.

Dalam sepekan terakhir, AS mencatatkan 1 juta pasien baru virus Covid-19 sehingga total infeksi secara nasional menembus 11 juta, dengan 70.000 di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Di Eropa, gelombang kedua kenaikan kasus Covid juga dilaporkan melambat pagi ini, berkat pengetatan pembatasan sosial di Prancis, Belanda, dan Belgia. Kasus di Jerman, Spanyol, dan Italia kian stabil, sebagaimana dilaporkan CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)