Covid-19 Bikin Kacau, 6 Saham Ini Hancur Lebur dan Hampir ARB

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham domestik hancur lebur pada perdagangan kemarin, Senin (30/11/2020), karena aksi jual masif investor asing dan lokal. Investor khawatir penambahan kasus baru covid-19 akan memicu penerapan Pembatasan Sosial Besar-besaran (PSBB) oleh pemerintah. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi parah 2,96% di level 5.612,41 pada perdagangan awal pekan. Sejumlah saham-saham berkapitalisasi 

Anjloknya IHSG terjadi setelah IHSG melesat kencang dalam 8 pekan terakhir. Namun koreksi kemarin, dinilai sebagian besar investor bukan koreksi yang sehat. 


Ada 6 saham yang sudah dekat dengan zona autoreject bawah (ARB). Dari enam saham tersebut, lima saham milik perusahaan badan usaha milik negara. 

Harga saham PT Aneka Tambang Tbk drop 6,91% ke level harga 1.145/unit. Lalu saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) ambles 6,71% ke level Rp 1.390/unit.

Kemudian saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ambles 6,65% ke level 3.230/unit, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang drop 6,6% ke harga Rp 9.900/unit. 

Lalu saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) drop 6,31% ke harga Rp 1.040/unit dan saham PT PP Properti Tbk (PPRO) drop 6,12% ke harga Rp 92/unit. 

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan jual bersih masif sebanyak Rp 2,6 triliun di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 32,8 triliun. Terpantau 112 saham naik, 405 saham terkoreksi, sisanya 115 stagnan.

Tercatat PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang mencatatkan net sell asing paling jumbo yakni sebesar Rp 430 miliar disusul dengan Saham perbankan Pelat Merah dengan aset terbesar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan jual bersih sebesar Rp 235 miliar. Selain itu perbankan besar lainya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga dilego asing Rp 400 miliar.

Sentimen negatif dari dalam negeri datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya, lantaran penanganan Covid-19 di Indonesia bukan semakin membaik, malah kian memburuk.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Ini semuanya memburuk semuanya,” tegas Jokowi, Senin (30/11/2020).

Meskipun masih lebih baik dari angka dunia, namun ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata kasus aktif minggu lalu yang berada di 12,78%.

“Tingkat kesembuhan juga sama. Minggu lalu 84,03%, sekarang 83,44%,” katanya.

Sebagai informasi, kasus Covid-19 berkali-kali mencetak rekor selama November 2020. Hal ini sudah sepantasnya menjadi alarm tanda bahaya agar semua stakeholder, baik dari pemerintah sampai masyarakat untuk makin gencar menerapkan protokol kesehatan.

Tercatat sebanyak 4 kali Indonesia mencetak rekor pertambahan kasus harian. Yang tertinggi terjadi pada Minggu (29/11/2020) dengan 6.267 pasien Covid-19 dalam sehari.

Selain itu, juga ada rekor kasus kematian dengan 169 pasien meninggal dalam sehari pada 27 November 2020. Kemarin, kasus kematian juga menyamai rekor tersebut.

Pasca mencetak rekor tertingginya kemarin, jumlah pasien baru virus corona (Covid-19) kembali meningkat 4.617 orang, pada Senin (30/11/2020).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus baru Covid-19 tersebut ditemukan dari 40.055 spesimen yang selesai diperiksa pada hari ini dan kemarin. Hal ini membuat total konfirmasi positif di Indonesia menembus 538.883 orang.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 450.518 merupakan pasien sembuh, yang bertambah 4.725 orang dibandingkan dengan kemarin. Sementara itu, jumlah kasus kematian mencapai 16.945 orang, bertambah 130 orang dibandingkan dengan kemarin.