Cuan Gede! Harga Baru Bara Naik 4% Pekan Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara bergerak naik pada perdagangan pekan ini. Bahkan kini harga si batu hitam sudah stabil di atas US$ 80/ton.

Sepanjang pekan ini, harga batu bara acuan di pasar ICE Newcastle (Australia) naik 4,05% secara point-to-point. Pada perdagangan akhir pekan, harga menyentuh titik tertinggi sejak 28 Desember 2020.


Permintaan baru bara terus meningkat setelah dunia mulai membuka ‘keran’ aktivitas masyarakat secara bertahap sejak pertengahan 2020. Di berbagai negara konsumen batu bara terbesar, impor terus naik.

Pada Desember 2020, Refinitiv mencatat impor batu bara India mencapai 17,83 juta ton. Hingga pekan pertama Januari 2021, impor batu bara sudah sebanyak 12,49 juta ton.

Namun ke depan harga batu bara berisiko turun. Sebab dengan harga yang sudah melonjak, sepertinya tinggal tunggu waktu saja bagi investor untuk melakukan ambil untung alias profit taking.

Kedua, pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang sempat jinak kini ganas lagi. Kehadiran virus corona varian baru yang disebut-sebut 70% lebih menular membuat pasien positif bertambah signifikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, jumlah pasien positif corona di seluruh negara per 8 Januari 2021 mencapai 86.749.940 orang. Bertambah 771.527 orang (0,9%) dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir (26 Desember 2020-8 Januari 2021), rata-rata pasien baru bertambah 607.997 orang per hari. Naik dibandingkan 14 hari sebelumnya yang sebanyak 647.819 orang setiap harinya.

Situasi ini membuat sejumlah negara kembali memberlakukan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) yang lebih ketat. Termasuk Indonesia, yang mulai pekan depan memperketat pergerakan warga di Jawa-Bali.

Mulai pekan depan, karyawan di perkantoran non-esensial diharapkan 75% bekerja dari rumah (work form home). Pusat perbelanjaan juga wajib tutup pukul 19:00.

Ini akan membuat penggunaan listrik di perkantoran dan pusat perbelanjaan menurun. Penurunan permintaan listrik berarti pula akan ada penurunan harga batu bara karena komoditas ini adalah sumber energi primer utama dalam pembangkitan listrik.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(aji/aji)