Dear Raffi dan Ari Lasso, Ini Pesan BEI Soal Influencer Saham

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat suara mengenai fenomena yang akhir-akhir ini sedang hangat di media sosial, munculnya artis, penyanyi atau yang punya pengikut besar merekomendasikan saham-saham tertentu.

Baru-baru  artis Raffi Ahmad dan musisi Ari Lasso, mengunggah di akun Instagramnya mempromosikan salah satu saham milik Grup Kresna, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS).

Dalamm postingan di akun instagram @raffinagita171, raffi menuturkan pertama kali menginvestasikan tabungan miliknya di instrumen saham. Setelah 3 minggu, nilai investasinya sudah cuan sampai 20%. “Uang yang gue taruh kurang lebih baru 2-3 minggu sudah naik 20 persen menuju 30 persen. Gila, gokil banget,” katanya.


[Gambas:Instagram]

Setali tiga uang. Ari Lasso, mantan vokalis Dewa 19, melakukan hal yang serupa menyebut saham bersandi MCAS tersebut sebagai tempat investasi. Meski ia tetap menekankan, investor harus menempatkan investasi di saham yang tepat.

[Gambas:Instagram]

Merespons munculnya fenomena influencer saham ini, Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo mengatakan, otoritas bursa akan mengajak diskusi. Peran mereka, kata Laksono, penting untuk mengenalkan investasi saham ke masyarakat luas.

“Namun juga perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral mereka untuk para followers-nya dan kemungkinan potensi tuntutan hukum dari para pengikutnya apabila ada yang bisa dikecewakan,” kata Laksono, kepada awak media, Selasa (5/1/2021).

Tidak hanya itu, BEI juga mengajak para pemengaruh itu mengikuti Sekolah Pasar Modal agar mempunyai pemahaman yang lebih memadai mengenai investasi di pasar modal.

Hal ini juga ditekankan Analis PT Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama. Influencer, sejatinya harus menyertakan analisis yang memadai ketika merekomendasikan saham tertentu. Syukut-syukur, mereka juga dibekali lisensi Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE).

“Itu juga mesti ada transparansi, karena ini berkaitan dengan kredibilitas, jadi analisis tersebut bisa dipertanggungjawabkan lagi kepada kalangan pengikutnya,” katanya.

Di sisi lain, dampak positifnya, kata Nafan, dengan basis pengikut para pemengaruh ini yang cukup besar di media sosial Instagram, ini bisa menjadi medium yang positif untuk memperluas basis investor domestik.

“Mereka bisa mempengaruhi para pendukungnya atau pengikutnya, bisa meningkatkan awareness adanya pasar modal di tanah air dan adanya potensi bisa mendapatkan investasi yang profitable,” tandasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)