Diborong Garuda-Lion-Sriwijaya, Ini Awal Mula Boeing Masuk RI

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar duka menghampiri dunia penerbangan Indonesia. Ini setelah pesawat Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ182 milik maskapai nasional Sriwijaya Air jatuh pada Sabtu (9/1/2021).

Pesawat komersial rute Jakarta-Pontianak ini sebelumnya hilang kontak di perairan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Pesawat itu diketahui lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat.

Kronologi kecelakaan ini terjadi hilang kontak pada pukul 14.36 WIB. Pukul 14.37 WIB masih memberikan kontak untuk menaikkan ketinggian menjadi 29.000 kaki. Pukul 14.40 pesawat tidak mengarah pada 075 derajat melainkan ke Barat Laut.


Sampai berita ini ditulis, pencarian demi pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari berbagai instansi. Titik fokus pencarian antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.

Dengan insiden ini, bertambah lagi rekam jejak kecelakaan pesawat dari Boeing. Kecelakaan yang hingga kini masih teringat adalah jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Indonesia lainnya, Lion Air PK-LQP bernomor JT 610 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pesawat lepas landas pada pukul 06.20 WIB pada 29 Oktober 2018 dan membawa 189 orang, termasuk pilot, kopilot, lima pramugari, dan para penumpang.

Ketika itu, pilot sempat meminta izin ke menara kontrol untuk kembali ke Bandara Soetta saat berada di ketinggian 3.000 kaki, namun selanjutnya pesawat hilang kontak, sampai akhirnya ditemukan serpihan pesawatnya mengambang di Laut Karawang.

Kecelakaan berikutnya dari pesawat buatan Boeing ini yakni milik Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret 2019. Kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu menewaskan seluruh penumpang dan awak kabinnya yang berjumlah 157 orang.

Berdasarkan situs planespotters, pesawat Sriwijaya Air SJ182 ternyata telah berusia 26 tahun lebih.

Pesawat tersebut awalnya dikirim Boeing ke pemilik pertamanya yakni Continental Air Lines (Amerika Serikat) pada 31 Mei 1994. Maskapai AS ini memiliki pesawat tersebut sampai 2010, lalu kepemilikannya berpindah ke United Airlines.

United Airline memiliki pesawat tersebut hanya 4 tahun, dan kemudian Sriwijaya Air mulai memiliki pesawat tersebut pada 15 Mei 2012.

NEXT: Awal Mula Boeing Masuk RI