DPR Wanti-wanti Menteri ESDM Pembangunan Smelter Jangan Sampai Molor

Jakarta

Rapat kerja antara Komisi VII DPR dan Menteri ESDM Arifin Tasrif menghasilkan tujuh kesimpulan. Kesimpulan rapat dibacakan Ketua Komisi Suparwoto sebagai pemimpin rapat, Senin (23/11/2020).

Pertama, Komisi VII mendorong Menteri ESDM untuk konsisten dalam merumuskan peraturan turunan UU Nomor 11 tentang Cipta Kerja agar dapat mempermudah investasi dan merealisasikan target produksi migas khususnya dalam rangka mendukung ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.

Kedua, Komisi VII mendorong Menteri ESDM untuk melakukan sosialisasi koordinasi dan media terkait pendelegasian kewenangan perizinan khususnya SIPB dan IPR dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundangan.

Ketiga, Komisi VII mendorong Menteri ESDM untuk mempercepat rencana dan pelaksanaan pemanfaatan baru bara menjadi gas dimethyl either (DME) sebagai pengganti LPG dalam rangka pengurangan impor LPG ke depannya.

Keempat, Komisi VII mendesak Menteri ESDM untuk terus bertindak tegas terhadap pembangunan smelter yang terlambat.

Kelima, Komisi VII mendesak Menteri ESDM agar menyampaikan kajian nilai-nilai ekonomi dan kemanfaatan pembangunan smelter di Indonesia untuk dibahas pada rapat kerja Komisi VII pada masa sidang berikutnya.

Keenam, Komisi VII mendesak Menteri ESDM agar tetap mempertahankan DMO batu bara untuk ketersediaan energi primer batu bara untuk energi listrik di Indonesia.

Terakhir, Komisi VII meminta Menteri ESDM untuk menyampaikan jawaban tertulis atas semua pertanyaan anggota dan disampaikan kepada anggota paling lambat 3 Desember 2020.

(acd/dna)