Duh, Jutaan Warga AS Masih Jadi Pengangguran Berbulan-bulan

Jakarta

Pandemi COVID-19 masih membayangi pasar tenaga kerja di dunia. Jutaan orang di Amerika Serikat (AS) yang kehilangan pekerjaan telah menjadi pengangguran berbulan-bulan.

Dikutip dari CNN, Rabu (11/11/2020) menurut laporan Biro Statistik Tenaga Kerja hampir 3,6 juta orang AS kehilangan pekerjaan selama bulan Oktober, lompat 50% dari jumlah bulan September.

Laporan itu menyatakan angka pengangguran diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, terutama karena perusahaan jarang melakukan perekrutan karyawan baru.

Pada Oktober lalu sekitar 638 ribu pekerjaan telah bertambah. Namun, angka itu masih jauh dari perkiraan sebab masih banyak perusahaan yang menunda perekrutan.

Tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 6,9% dari 7,9% pada bulan sebelumnya. Tetapi, ada 11 juta orang AS tetap menganggur, durasi rata-rata pengangguran adalah 19,3 minggu dan angka ini terus meningkat sejak pandemi dimulai.

Direktur Kebijakan Pasar Tenaga Kerja Washington Center for Equitable Growth Kate Bahn mengatakan masih tingginya angka pengangguran AS sangat mengkhawatirkan. Meski pengangguran diakibatkan oleh pembatasan sosial yang dilakukan oleh negara.

Bahn menambahkan bahwa ke depannya jutaan pengangguran itu akan sulit kembali bekerja. Yang ditakutkan, pengangguran itu akan dipekerjakan di posisi dengan gaji rendah atau bahkan tidak lagi bekerja sama sekali.

Simak Video “Setelah 3 Bulan Berturut-turut Deflasi, Kini RI Inflasi 0,07 Persen
[Gambas:Video 20detik]