Emas Boleh Cuan 25%, Tapi Cuan Bitcoin Lebih ‘Gila’ Lagi!

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga Bitcoin sepanjang 2020 meroket hingga 304,98%. Pada perdagangan akhir tahun, bitcoin ditutup menguat 0,26% ke kisaran US$ 28.987,60/BTC.

Bandingkan dengan harga emas di pasar spot melesat 25,01% secara point-to-point. Harga komoditas ini bahkan sempat berada di atas US$ 2.000/troy ons, tertinggi sepanjang sejarah.


Dianggap sebagai emas digital, pemicu kenaikan bitcoin sama dengan kenaikan emas, yakni pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) pasca pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) dan stimulus corona AS.

Penggerak bitcoin boleh sama dengan emas, tetapi kinerjanya jauh berbeda. Emas memang sudah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa US$ 2.063,19/troy ons, tetapi setelahnya harga emas menurun, sebaliknya bitcoin terus melesat.

Alhasil sepanjang tahun 2020, emas membukukan penguatan ‘hanya’ 21%, sementara bitcoin meroket lebih dari 300%.

Melihat dari return tersebut, bitcoin tentu jauh lebih menarik dibandingkan emas. Apalagi, berdasarkan survei JP Morgan, millennial lebih memilih bitcoin ketimbang emas. Dan patut diingat, ke depannya para millennial inilah yang akan mendominasi pasar finansial.

“Dua kelompok menunjukkan perbedaan dalam preferensi untuk mata uang ‘alternatif’. Kelompok yang lebih tua memilih emas, sementara kelompok muda memilih bitcoin,” kata analis JP Morgan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou dalam sebuah catatan yang dikutip Kitco.

Preferensi emas dan bitcoin sebagai alternatif berdampak pada korelasi kedua aset tersebut menjadi lebih positif.

Artinya keduanya bergerak searah, ketika emas menguat, bitcoin juga akan naik. Menurut JP Morgan, hal itu terjadi karena millennial di AS melihat bitcoin sebagai uang ‘alternatif’ untuk dolar AS.

“Aliran modal simultan telah menyebabkan perubahan pola korelasi antara bitcoin dengan aset lainnya, menjadi lebih positif antara bitcoin dan emas, tetapi juga antara bitcoin dengan dolar karena millennial di AS melihat bitcoin sebagai uang ‘alternatif’ untuk dolar AS,” kata Panigirtzoglou.