Gawat! Trump Ogah Teken Paket Stimulus, AS Bisa Shutdown Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam tidak akan menekan paket dana pemerintah (spending package) senilai US$ 2,3 triliun. Hal ini memberikan ancaman baru bagi perekonomian negara adidaya itu.

Paket dana stimulus pemerintah senilai US$ 2,3 triliun atau setara Rp 32.200 triliun (kurs Rp 14.000/US$) itu termasuk hampir US$ 900 miliar untuk bantuan krisis virus corona yang disepakati untuk mengakhiri negosiasi berbulan-bulan antara Partai Republik dan Demokrat di Kongres AS.

Dilansir dari Reuters, Trump belum mengatakan apa yang akan dilakukannya jika pemerintah kehabisan dana, tetapi penyimpangan sebelumnya telah menyebabkan puluhan ribu pekerja non-esensial diberi cuti dan lainnya, termasuk mereka yang berurusan dengan keselamatan publik, dipaksa bekerja tanpa bayaran.


Kemungkinan adanya veto Trump tersebut dapat mengakibatkan penutupan sebagian pemerintah alias shutdown. Alasan Trump karena dia keberatan dengan perlindungan tanggung jawab untuk perusahaan media sosial yang tidak terkait dengan anggaran keamanan nasional.

Sebelumnya penutupan kantor pemerintahan AS pernah terjadi di akhir tahun 2018 dan awal 2019. Hal ini memaksa PNS AS untuk dirumahkan sementara dan mengakibatkan penutupan besar-besaran.

Namun di tahun ini ancaman itu telah membuat penanganan corona di AS berada dalam titik nadir.

Pasalnya bila paket ini tidak ditandatangani, operasi penuntasan Covid-19 di negeri Paman Sam itu akan mandek tanpa pendanaan per hari Senin (28/12/2020).

Tak hanya penanganan corona namun juga pelayanan publik vital lainnya diprediksi akan tutup sementara.

Lantas apa saja yang akan terjadi bila pendanaan tersebut tidak cair?