Harga Emas Balik ke Atas US$1.800, Siap-siap Cuan Gede Nih?

Jakarta, CNBCIndonesia – Harga emas dunia pada perdagangan minggu ini berhasil melesat 2,77% ke level US$ 1.837,61/troy ons kembali diperdagangkan naik ke atas level psikologisnya US$ 1.800/troy ons.

Kembali bergulirnya perbincangan terkait stimulus fiskal jumbo di Amerika Serikat membuat dolar AS tertekan dan harga emas terangkat. Stimulus menjadi faktor kunci yang menggerakkan harga emas.

Berikut tabel gerak emas di pasar spot dalam sepekan.


Sentimen utama apresiasi emas di arena spot datang dari Juru bicara kamar House of Representative AS, Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin dijadwalkan akan bertemu kembali untuk membahas mengenai paket stimulus fiskal yang dikabarkan akan mencapai angka sejumlah US$ 908 miliar yang akan disalurkan ke sektor-sektor yang terdampak pandemi virus corona seperti bisnis-bisnis kecil dan para pengangguran.

Stimulus jumbo yang akan diperbincangkan Mnuchin dan Pelosi tentunya merupakan kabar baik bagi emas. Apabila nantinya stimulus jumbo ini cair maka peredaran dolar AS akan naik sehingga nilainya akan turun sehingga aset-aset yang diperdagangkan dalam dolar AS nilainya akan melesat. Salah satu komoditas tersebut tak lain dan tak bukan adalah emas.

Melesatnya harga emas di pasar spot dalam semalam terjadi pada perdagangan pertama bulan Desember (1/12/20) dimana harga Logam Mulia di arena spot loncat dari level US$ 1.777,01/troy ons ke level US$ 1.814,86/troy ons atau kenaikan 2,13% dalam sehari serta kembali ke zona support psikologis US$ 1.800/troy ons.

Meskipun demikian sejatinya kenaikan harga emas tertahan akibat berita positif vaksin Covid-19 yang datang bertubi-tubi di sepanjang pekan ini dimana raksasa di sektor farmasi Pfizer dan Moderna dikabarkan sudah semakin dekat dalam mendapatkan ijin edar dari Uni-Eropa untuk kedua vaksin tersebut.

Hal ini setelah European Medicine Agency mengatakan siap menyelesaikan hasil penilaian mereka terhadap kedua perusahaan masing-masing pada tanggal 29 Desember dan 12 Januari.

Selanjutnya Pfizer juga dikabarkan sudah mendapatkan ijin dari pemerintahan Britania Raya untuk penggunaan darurat bagi vaksin Pfizer dan partnernya BioNTech

Sedangkan ijin dari pemerintahan AS akan datang sebentar lagi, bahkan banyak yang beranggapan bahwa vaksin Pfizer akan disetujui untuk penggunaan darurat sebelum tahun 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/roy)