IHSG Dekati 5.800, Diam-diam Asing Rebutan Saham-saham Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan mendekati 5.800, investor asing terus mencatatkan beli bersih (net buy) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data perdagangan BEI mencatat, pada perdagangan Kamis kemarin (26/11), IHSG ditutup terbang 1,42% di level 5.759,91.


Investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 493,25 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 13,44 triliun. Terpantau 310 saham naik, 153 saham terkoreksi, sisanya 171 saham stagnan.

Jika digabung dengan pasar nego dan tunai, net buy asing mencapai Rp 569,14 miliar. Dalam sebulan terakhir asing belanja 6,85 triliun dengan kenaikan IHSG 11,97%

10 Saham Top Gainers 26 November (Pasar Reguler)

1. Telkom (TLKM), net buy Rp 646,7 miliar, saham +5,79% Rp 3.470

2. Bank Mandiri (BMRI), Rp 138,9 miliar, +3,07% Rp 6.725

3. Merdeka Copper (MDKA), Rp 69,4 miliar, +4,13% Rp 1.890

4. Sarana Menara (TOWR), Rp 67,7 miliar, +2,87% Rp 1.075

5. Matahari Departement (LPPF), Rp 7 miliar, +1,57% Rp 1.295

6. Surya Citra (SCMA), Rp 2,6 miliar, +0,98% Rp 1.545

7. Kalbe Farma (KLBF), Rp 2,4 miliar, +1,36% Rp 1.490

8. Selamat Sempurna (SMSM), Rp 1 miliar, +5,19% Rp 1.520

9. Mayora (MYOR), Rp 315 juta, saham flat Rp 2.470

10. MNC Vision (IPTV), Rp 217 juta, saham flat Rp 304

 

Saham yang paling banyak dikoleksi asing memang PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan beli bersih sebesar Rp 647 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net buy sebesar Rp 139 miliar.

Sementara itu, saham yang paling banyak dilego asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sebesar Rp 46,9 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 45,1 miliar.

Hanya saja, meski secara tren, laju bursa saham domestik terus melanjutkan penguatan, tapi kalangan analis melihat masih berat jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) finis di level psikologis 6.000 pada akhir tahun ini.

Menurut analis PT Panin Sekuritas, William Hartanto, menilai, masih terlalu berat jika dalam lima pekan ke depan IHSG bisa menembus level psikologis 6.000.

Namun, ada peluang IHSG bergerak mendekati level tersebut, tepatnya di kisaran 5.800.

William, saat ini IHSG juga masih konsolidasi di sekitar area 5.500 yang menandakan bahwa setiap resistance (batas atas) memang memerlukan waktu untuk berubah posisi menjadi support (batas tahanan bawah) baru.

“Jadi kemungkinan ke 6000 lumayan berat karena masih ada 5.613 sebagai resistance yang cukup kuat,” kata William.

Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia, Anugerah Zamzami Nasr juga menilai, paling banter IHSG akan menuju level psikologis 5.700 sampai dengan 5.800 di akhir tahun ini.

Level tersebut akan disokong dengan ekspektasi arus modal asing yang kembali deras ke bursa saham domestik. Awalnya, Phillip Sekuritas memperkirakan, base case skenario IHSG di ujung tahun ini di level 5.400 – 5.550.

[Gambas:Video CNBC]