Ikuti Tren Pasar, Harga Emas Pegadaian Hari Ini Tertekan

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian masih tertekan pada Sabtu (9/1/2021), dengan tak satupun selamat dari koreksi. Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS berbagai satuan, kebanyakan mengalami penurunan sebesar 0,7%.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, emas Antam standar melemah antara 0,21%-0,25% di semua satuan. Satuan terkecil, 2 gram, turun 0,25% atau Rp 5.000 ke Rp 1.960.000/batang. Sebaliknya, satuan terbesar (100 gram) turun 0,22% ke Rp 92.747.000/batang.

Harga emas Antam retro merosot rata-rata sebesar 0,7%. Satuan terkecil (0,5 gram) dibanderol Rp 465.000/batang atau turun Rp 3.000. Sementara itu, satuan terbesar (100 gram) turun 0,7% ke Rp 92.747.000/batang.


Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018. Emas retro juga menjadi jenis emas Antam yang paling fluktuatif harganya.

Sementara itu, emas Antam batik satuan 0,5 gram dihargai Rp 632.000/batang turun 0,16% atau Rp 1.000 dibandingkan harga kemarin. Satuan 1 gram juga turun 0,17% di Rp 1.169.000/batang. Emas batik merupakan jenis emas Antam yang termahal, dengan satuan 0,5 gram dan 1 gram.

Terakhir emas UBS harganya turun rata-rata sebesar 0,6%. Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian beserta perubahannya:

Emas sempat menjadi aset yang bersinar paling terang setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Senat menyepakati pengucuran stimulus lanjutan sebesar US$ 900 miliar. Ketika stimulus membanjir, dolar AS pun melemah dan emas-yang dibeli dengan dolar AS-pun kian murah.

Akibatnya, investasi di Surat Berharga Negara (SBN) AS pun kurang menarik karena nilai intrinsiknya tertekan. Dus, investor pun memburu aset aman (safe haven) lain yang menjanjikan keuntungan seperti misalnya emas.

Namun, kabar positif seputar perkembangan vaksin Covid-19 membuat ekspektasi pelaku pasar terhadap prospek ekonomi global menjadi positif. Ketika ekonomi membaik, investor masuk ke aset berisiko tinggi seperti saham yang membagikan keuntungan lebih tinggi dari emas.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)