Inflasi Kota Malang indikasikan optimistis pertumbuhan ekonomi

Bank Indonesia memperkirakan realisasi inflasi tahun ini lebih rendah dibandingkan target inflasi nasional yang berada pada kisaran 3,0±1 persen

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho mengemukakan tumbuhnya daya beli masyarakat diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi Kota Malang karena konsumsi swasta atau masyarakat akan berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bank Indonesia memperkirakan realisasi inflasi tahun ini lebih rendah dibandingkan target inflasi nasional yang berada pada kisaran 3,0±1 persen,” kata Azka Subhan di Malang, Jumat.

Ke depan, lanjutnya, Bank Indonesia Malang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah kerja agar target inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan.

Selain itu, kata Azka, pihaknya dan pemerintah daerah juga terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekonomi dengan memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat selama berlangsungnya pandemi COVID-19 sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Berdasarkan rilis inflasi BPS pada awal Desember 2020, tercatat bahwa Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,31 persen month to month (mtm), sehingga inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,08 persen (ytd) dan inflasi tahunan mencapai 1,43 persen year on year (yoy).

Komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan harga hingga 1,20 persen dan komoditas yang mencatatkan inflasi tertinggi adalah daging ayam ras diikuti oleh cabai rawit.

Harga daging ayam ras mulai terkoreksi setelah beberapa periode sebelumnya mengalami penurunan harga akibat kelebihan pasok. Sementara itu, untuk kenaikan harga cabai rawit lebih disebabkan oleh faktor musim seiring dengan berakhirnya musim panen komoditas hortikultura, sehingga pasokan berkurang.

Disisi lain inflasi yang dialami Kota Malang kali ini mengindikasikan adanya optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020.

Setelah beberapa periode sebelumnya Kota Malang mencatatkan lima bulan deflasi, pada November 2020 justru mencatatkan inflasi. Artinya, daya beli masyarakat mulai tumbuh yang tercermin dari kenaikan harga, khususnya pada komoditas makanan, minuman dan tembakau sebagai akibat dari permintaan yang meningkat.

Baca juga: Kota Malang alami deflasi pada Oktober 2020
Baca juga: Kota Malang inflasi 0,27 persen, tertinggi di Jawa Timur

Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020