Investor Sedang Happy, Rupiah Siap Menguat Lagi!

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah melemah tipis 0,07% melawan dolar Amerika Serikat (AS) ke Rp 14.090/US$ pada perdagangan Selasa kemarin. Rupiah sempat melemah hingga 0,39% setelah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan positif terjangkit virus corona di saat penambahan jumlah kasus harian sedang mengalami peningkatan, membuat pelaku pasar cemas akan kemungkinan diterapkannya kembali Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) yang ketat di ibu kota.

Sementara itu kabar gembira datang dari data sektor manufaktur. IHS Markit melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan oleh Purchasing Managers’ Index (PMI) berada di 50,6 pada November 2020. Naik hampir tiga poin dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar 47,8.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik awal. Kalau di atas 50, artinya dunia usaha memasuki fase ekspansi.


Pada perdagangan hari ini, Rabu (2/12/2020), rupiah berpeluang menguat melihat sentimen investor yang sedang bagus merespon perkembangan vaksin virus corona.

Produsen vaksin virus corona asal AS, Pfizer dan Moderna, yang dikabarkan sudah semakin dekat dalam mendapatkan ijin edar dari Uni-Eropa. European Medicine Agency mengatakan siap menyelesaikan hasil penilaian terhadap kedua perusahaan masing-masing pada tanggal 29 Desember 2020 dan 12 Januari 2021.

Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR masih dekat level psikologis Rp 14.000/US$. Rupiah masih jauh di bawah rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200), sehingga momentum penguatan masih ada.

Sementara itu, indikator stochastic pada grafik harian sudah keluar dari wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv 

Stochastic yang keluar dari wilayah oversold berarti tekanan bagi rupiah mulai berkurang.

Support terdekat di kisaran kisaran Rp 14.090/US$ penembusan konsisten bawah level tersebut akan membawa rupiah menguat ke Rp 14.050/US$. Jika level tersebut juga dilewati, rupiah berpotensi menuju level psikologis Rp 14.000/US$.

Jika level psikologis tersebut ditembus, rupiah berpotensi menuju level Rp 13.810/US$.

Sementara itu, resisten berada di kisaran Rp 14.130/US$, jika ditembus dan tertahan di atasnya rupiah berisiko melemah lebih jauh ke Rp 14.150/US$, sebelum menuju Rp 14.200/US$.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)