Jelang Natal, Harga Cabai Makin Nggak Damai

Jakarta, CNBC Indonesia – Jelang Hari Natal, harga sejumlah komoditas pangan merangkak naik. Kenaikan signifikan dialami oleh produk cabai-cabaian.

Mengutip data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, harga rata-rata nasional untuk cabai merah besar pada 23 Desember 2020 mencapai Rp 59.250/kg. Turun tipis 0,08% dibandingkan hari sebelumnya tetapi naik tajam 41,24% dari posisi sebulan sebelumnya.

Harga cabai jenis lain pun naik. Misalnya harga cabai rawit hijau pada 23 Desember 2020 adalah Rp 50.000/kg. Naik hampir 50% ketimbang sebulan lalu.


Sepertinya kenaikan harga cabai akan menjadi warna dominan dalam inflasi bulan ini. Bank Indonesia (BI) melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) pekan III memperkirakan inflasi Desember 2020 akan sebesar 0,36% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/ MtM). Kalau terwujud, maka akan menjadi laju tercepat sejak Januari 2020.

Dengan demikian inflasi sepanjang 2020 akan sebesar 1,6%. Jika terwujud, maka akan menjadi inflasi tahunan terendah sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

“Penyumbang utama inflasi yaitu cabai merah sebesar 0,08% (MtM), telur ayam ras sebesar 0,06%, cabai rawit sebesar 0,04%, tomat sebesar 0,03%, daging ayam ras sebesar 0,02%, minyak goreng, jeruk, wortel, dan tarif angkutan udara masing-masing sebesar 0,01%. Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas emas perhiasan sebesar -0,05% dan bawang merah sebesar -0,01%,” sebut keterangan tertulis BI.