Katanya PSBB Jawa-Bali Ketat, Kok Rupiah Menguat?

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Pengumuman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat tidak membuat rupiah tergelincir ke zona merah.

Hari ini, Rabu (6/1/2021), US$ 1 setara dengan Rp 13.890 kala penutupan pasar spot. Rupiah menguat tipis 0,07% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Gerak rupiah kurang dinamis hari ini. Posisi terkuat rupiah ada di Rp /US$ sementara terlemahnya adalah Rp /US$.


(idr)

Rupiah tidak (atau belum?) terpengaruh terhadap pengumuman terbaru dari pemerintah. Usai rapat kabinet, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah akan membatasi aktivitas masyarakat di sejumlah daerah di Jawa-Bali.

“Pemerintah daerah, gubernur, akan menentukan wilayah dengan pembatasan tersebut dan itu di kabupaten/kota yang sudah dilihat adalah provinsi dengan risiko tinggi. Ada DKI Jakarta dan sekitarnya. Jawa Barat adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi.

“Provinsi Banten ada di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan. Jawa Tengah adalah Semarang Raya, Solo Raya, dan juga Banyumas Raya. Sedangkan Yogyakarta adalah Kabupaten Gunung Kidul, Sleman, Kulonprogo.

“Kemudian Jawa Timur adalah Malang Raya, Surabaya Raya. Sementara Bali adalah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” papar Airlangga.

Di daerah-daerah itu, aktivitas masyarakat akan dibatasi. Misalnya, pekerja yang bekerja dari rumah (work form home) diimbau sampai 75%. Kemudian kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan dengan jarak jauh melalui daring (online).

Lalu pusat perbelanjaan hanya boleh beroperasi maksimal hingga pukul 19:00 waktu setempat. Restoran masih boleh melayani pengunjung yang makan-minum di tempat, tetapi maksimal 25% dari kapasitas. Rumah ibadah pun tetap dibuka untuk umum, tetapi dengan kapasitas maksimal 50% plus penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Fasilitas umum dan kegiatan sosial-budaya dihentikan sementara. Kapasitas dan jam operasional transportasi akan diatur,” lanjut Airlangga.

PSBB yang lebih ketat ini akan berlaku 11-25 Januari 2021. “Pemerintah akan terus mengevaluasi.” Ujar Airlangga.