Kemenkeu: Manajemen Jiwasraya Komitmen Selesaikan Masalah

Jakarta, CNBC Indonesia– Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa manajemen baru PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki komitmen untuk menyelesaikan masalah keuangan yang dihadapi Jiwasraya.

Meski demikian, dengan banyak jumlah pemegang polis maka terbuka kemungkinan bahwa keputusan yang diambil pemerintah dan yang dijalankan oleh manajemen baru Jiwasraya tidak akan memenuhi seluruh harapan pemegang polis.

“Saya yakini ini kalau dari berbagai pertemuan yang saya lakukan dengan manajemen. Manajemen itu committed untuk menangani persoalan Jiwasraya dengan baik,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rachmatarwata, Jumat (18/12/2020).


Seperti yang diketahui, dalam dua tahun terakhir Pemerintah bersama manajemen baru telah melakukan transformasi besar-besaran terhadap struktur hingga sisi pengoperasian bisnis dan investasi Jiwasraya.

Bahkan, pada November 2018 silam Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menunjuk Hexana Tri Sasongko sebagai Direktur Utama, yang bertugas mempertahakan perusahaan dengan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk melaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya.

Menyusul pelaksanaan program restrukturisasi polis Jiwasraya, Isa berharap, manajemen baru Jiwasraya bisa tetap fokus tanpa terganggu oleh sikap kecewa yang ditunjukkan beberapa pemegang polis yang tergabung dalam forum nasabah Jiwasraya.

Hal ini dimaksudkan agar tujuan pelaksanaan program restrukturisasi polis dapat dirasakan oleh mayoritas pemegang polis Jiwasraya yang sudah menunggu lama pelaksanaan program ini.

“Jadi dengan yang mereka berikan ke nasabah belum memuaskan, tentu kita bisa juga melihat nasabah juga kepentingan yang lebih besar dari yang bisa dilayani manajemen. Tapi mohon diingat nasabah Jiwasraya sangat banyak kalau kita dengar dari sekelompok nasabah, manajemen juga layani kelompok nasabah lain,” tambah Isa.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggungjawab dalam menyelesaikan masalah Jiwasraya, pemerintah bersama jajaran DPR pun telah menyepakati menyepakati adanya pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 22 triliun kepada Indonesia Financial Group (IFG) untuk mendirikan perusahaan asuransi baru bernama IFG Life.

Selain memiliki bisnis di asuransi jiwa, kesehatan dan pengelolaan dana pensiun, Keberadaan IFG Life pun digadang akan menjadi penyelamat bagi seluruh polis Jiwasraya yang telah direstrukturisasi.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)