Kena Efek PSBB Ketat, IHSG Terkapar dan Ambles 1% Lebih

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (6/1/21) ditutup anjlok parah 1,17% ke level 6.065,68 seteleh diketatkanya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat. Hal ini berlaku di daerah Jawa dan Bali.

“Mendagri akan buat edaran ke Pimpinan Daerah. Tadi sudah disampaikan oleh Presiden ke Gubernur seluruh Indonesia,” kata Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto, Rabu (6/1/2020).

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 91 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 19 triliun. Terpantau 173 saham terapresiasi, 319 saham terkoreksi, sisanya 144 stagnan.


Tercatat asing melakukan jual bersih di saham PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 54 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 40 miliar.

Asing juga melakukan beli bersih (net buy) di saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) Rp 49 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 51 miliar.

Selanjutnya sentimen negatif datang dari rilis Bank Dunia (World Bank) yang memprediksi ekonomi global akan tumbuh terbatas, dengan asumsi vaksin Covid-19 telah diterima secara luas di banyak negara.

Dalam laporan “Global Economic Prospects (GEP)” yang dirilis pada Selasa (5/1/2021), Bank Dunia menilai ekonomi global bakal tumbuh setelah kontraksi 4,3% pada tahun 2020. Pandemi membuat jutaan orang jatuh miskin dan dapat menekan aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)