Ngutang MTN Rp 3 T, Ultrajaya Milk Bakal Ngapain?

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten konsumer milik taipan Sabana Prawirawidjaja, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), bakal menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp 3 triliun.

Produsen susu Ultramilk, Teh Kotak, Sari Kacang Ijo, dan Sari Asem Asli ini berencana untuk membiayai dan melakukan pengembangan usaha dengan surat utang ini.

Dengan demikian, setelah diterima, dana ini akan digunakan oleh produsen susu kemasan ini untuk keperluan belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja.


Berdasarkan pemberitahuan yang dirilis perusahaan, MTN ini akan diterbitkan dalam tiga seri yakni 370 hari, 2 tahun dan 3 tahun. Perusahaan mendapatkan peringkat AA- dari Pefindo untuk instrumen ini.

Perusahaan telah menandatangani perjanjian dengan investor MTN ini pada 13 November 2020 dan pembayaran dana dari investor akan dilakukan pada 17 November 2020.

“Dengan penerbitan MTN Ultrajaya mendapatkan manfaat berupa melaksanakan rencana perluasan supply chain, logistik dan distribusi produk Perseroan dan meningkatkan kapasitas produksi. Demikian juga menambah produksi/supply bahan baku susu segar sehingga bisa mengsubtitusi impor,” tulis pemberitahuan tersebut, Senin (16/11/2020).

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 30 Juni 2020 lalu, nilai MTN ini mencapai 48,20% dari total ekuitas perusahaan yang nilainya mencapai Rp 6,22 triliun. Sehingga penerbitan surat ini masuk dalam kategori transaksi material.

“Dampak dari penerbitan MTN terhadap laporan keuangan Perseroan adalah pembayaran beban bunga, dimana Perseroan telah memperhitungkan dengan seksama sehingga kondisi keuangan Perseroan tetap terjaga dengan baik,” tulis manajemen.

Adapun dalam aksi korporasi ini bertindak sebagai arranger adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Maybank Kim Eng Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk., PT Bahana Sekuritas, dan PT BCA Sekuritas.

Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai agen pemantau.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)