Pak Wahidin, Kepemilikan Pemprov Banten di BEKS Naik Jadi 78%

Jakarta, CNBC Indonesia– PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten/BEKS) meraih dana sedikitnya Rp 1,87 triliun dalam Penawaran Umum Terbatas atau rights issue VI yang selesai pada awal tahun ini. Usai rights issue kepemilikan Pemerintah Provinsi Banten melalui PT Banten Global Development (BGD) naik jadi 78,21%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah HMETD atau rights yang telah dieksekusi pada PUT IV BEKS mencapai 37,43 miliar atau senilai Rp 1,87 triliun. Pemprov Banten melalui BGD mengeksekusi seluruh haknya dengan nilai Rp 1,55 triliun. Adapun investor ritel melaksanakan haknya dengan nilai total Rp 312,65 miliar.

Akibat banyak pemegang saham tidak mengeksekusi haknya, maka kepemilikan Pemprov Banten di Bank Banten naik menjadi 78,21%, dari sebelumnya 51%. Sementara itu kepemilikan publik di BEKS tersisa 21,79%.


Corporate Secretary Bank Banten Chandra Dwipayana menjelaskan jumlah HMETD yang dilaksanakan pada PUT VI mencapai 61,5% dari total HMETD yang tersedia. “Raihan dana Rp 1,87 triliun ini sudah bagus karena sebenarnya sesuai amanah RUPS Luar Biasa pada 2 Oktober lalu, target dana Rp 3 triliun, itu untuk 2 PUT, yakni PUT VI dan PUT VII,” ujarnya.

Sesuai dengan rencana, Bank Banten memang akan menggelar sekali PUT lagi untuk mengakomodir pemerintah kabupaten/kota di Banten yang ingin menyuntikan modal kepada bank ini.

Fahmi Bagus Mahesa, Direktur Utama Bank Banten, mengatakan bahwa penguatan permodalan dan dukungan Pemerintah Banten dan para pemangku kepentingan lainnya membuat perusahaan optimistis menyambut 2021.

“Fokus utama tentunya ekspansi bisnis untuk memenuhi skala usaha. Kemudian meningkatkan ketahanan institusi sebagai BPD, dengan ditopang oleh kredit konsumer sebagai mesin penggerak utama bisnis, penguatan likuiditas melalui diversifikasi pendanaan, menjaga kualitas kredit, serta transformasi digital,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa penambahan modal yang diraih dari rights issue ini akan meningkatkan kesehatan Bank Banten dalam melalui pandemi. “Tentunya hal ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para Nasabah dalam mempercayakan pengelolaan keuangannya bersama Bank Banten, khususnya semasa Pandemi ini” ujar Fahmi.

Fahmi menambahkan sebagai salah satu indikator Kesehatan Bank, membaiknya rasio permodalan tersebut diharapkan akan mampu memberikan daya dukung dan daya ungkit untuk pengembangan usaha Bank Banten selain meningkatkan ketahanan institusi.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)