PGN Salurkan Gas Perdana ke Pupuk Kujang Cikampek

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), hari ini, Selasa (24/11/2020) mulai menyalurkan gas ke PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), bagian dari Holding PT Pupuk Indonesia.

Penyaluran gas PGN ke PKC ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PGN dan PKC pada 31 Agustus 2020 lalu. Setelah selesainya masa perawatan (turn around maintanance) pada Plant 1A Pupuk Kujang, maka gas mulai dikirimkan per hari ini.


Adapun alokasi gas PGN ke PKC sesuai dengan PJBG yaitu 12 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) pada 2020, dan akan meningkat menjadi 25 BBTUD pada 2021 dengan harga US$ 6 per MMBTU sesuai dengan penugasan pemerintah dalam Keputusan Menteri ESDM No.89K/2020.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan saat ini PGN berkomitmen penuh terhadap pemanfaatan gas bumi yang dapat membantu upaya pemulihan ekonomi akibat dampak dari Covid-19. Maka, implementasi Kepmen ESDM No.89K/2020 ini dirasa juga menjadi kebijakan stimulus agar industri tertentu penerima manfaat dapat menggeliat kembali.

“Khusus pada industri pupuk, kami berharap dapat memberikan manfaat untuk keberlangsungan produksi pupuk maupun diversifikasi produk yang dapat meningkatkan daya saing. Sejalan dengan optimisme Pupuk Kujang dalam menghadapi persaingan global dan meningkatkan kualitas produk pupuk untuk petani,” ujar Faris seperti dikutip dari keterangan resmi perusahaan pada Selasa (24/11/2020).

Penyaluran gas dari PGN ke Pupuk Kujang Cikampek. (Dok: Pgn)Foto: Penyaluran gas dari PGN ke Pupuk Kujang Cikampek. (Dok: Pgn)
Penyaluran gas dari PGN ke Pupuk Kujang Cikampek. (Dok: Pgn)

Dengan kapasitas produksi pada Plant 1A Pupuk Kujang sebesar 570.000 ton urea per tahun dan 330.000 ton amoniak per tahun, tambahan alokasi penyaluran gas PGN pada Pupuk Kujang ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas sebagai bahan baku utama yang efisien dan penghematan biaya produksi Pupuk Kujang. Dengan demikian, dapat mendorong pertumbuhan sektor pupuk dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional dalam mendukung perekonomian.

Gas bumi menjadi bahan baku utama dalam produksi pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK. Efisiensi biaya pokok produksi pupuk diharapkan dapat membantu pemerintah untuk penghematan anggaran subsidi pupuk yang dibayarkan kepada PT Pupuk Kujang.

“Jaminan ketersediaan gas bumi dengan harga yang efisien, semoga juga dapat bermanfaat untuk keberlangsungan pabrik Pupuk Kujang dalam menjaga ketersediaan pupuk urea di wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah,” tuturnya.

Faris menambahkan bahwa dengan penyaluran gas untuk Pupuk Kujang yang berada di area Karawang juga menandakan bahwa infrastruktur PGN sudah dapat menjangkau pemenuhan gas bumi di wilayah tersebut.

Di area Karawang, saat ini PGN telah melayani sekitar 154 komersial dan industri di tujuh kawasan industri dengan total penyaluran gas bumi lebih dari 72 BBTUD. Sektor pelanggan industri di area Karawang bergerak di sektor tekstil, keramik, kaca, logam dasar, pabrikasi logam, kimia, makanan, kertas, dan lain-lain.

Khusus untuk pelanggan industri yang mendapatkan manfaat Kepmen ESDM No.89K/ 2020 di area Karawang, ada sekitar 15 industri dengan alokasi gas sekitar 37 BBTUD.

“Dari segi infrastruktur, PGN sudah cukup mumpuni untuk memperluas layanan gas bumi di area Karawang. Kemudian untuk penyediaan pasokan gas, PGN area Karawang juga sudah siap,” imbuhnya.

Faris menegaskan, potensi efisiensi dari penyaluran gas untuk Pupuk Kujang diharapkan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional.

“Sebagai bagian dari Holding Migas, PGN akan selalu hadir menjadi menjadi bagian dari solusi nyata untuk memberikan energi bagi negara dan masyarakat,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(wia)