PSBB Bikin IHSG Ambruk, Kadin: RI Gak Cuma Hidup dari Indeks!

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau sempat anjlok parah 2,31% ke level 5.999,02 pada awal perdagangan sesi II, Rabu ini (6/1/2021). Jelang penutupan, IHSG melemah 1,45% di posisi 6.049 pada pukul 14.42 WIB.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar akan terus anjlok, meski saat ini sudah kembali merangkak naik di tengah pengumuman pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diperketat dan diumumkan pemerintah siang ini.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Achmad Widjaja menegaskan, yang perlu menjadi perhatian bukan hanya IHSG, tapi juga sektor riil.


“Indonesia bukan hidup dari indeks BEJ [Bursa Efek Jakarta, kini Bursa Efek Indonesia], Indonesia hidup dari manufaktur pengelolaan industri,” sebutnya di Jakarta, Rabu (5/1/21).

Meski IHSG sempat anjlok, tapi sektor riil yang perlu menjadi perhatian utama. Achmad menilai Pemerintah perlu memberikan stimulus secara tepat sasaran.

“Tolak ukurnya adalah di mana ada stimulus pemerintah, bantuan pemerintah serta manufaktur, karena konsumsi kita rata-rata masih baik semua yang diberikan oleh pemerintah secara insentif baik melalui bansos, PEN [Pemulihan Ekonomi Nasional] semua harus terorganisasi supaya 6 bulan aman,” katanya.

Achmad sebetulnya juga orang pasar modal, mengingat dia adalah Komisaris Utama PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), pengelola gerai perkakas rumah tangga Mitra10, dan Komisaris Independen PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), emiten jasa pelayaran dan logistik.

Pemerintah resmi memberlakukan PSBB yang lebih ketat dan mulai berlaku di semua daerah di Indonesia.

“Mendagri akan buat edaran ke Pimpinan Daerah. Tadi sudah disampaikan oleh Presiden ke Gubernur seluruh Indonesia,” kata Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto, Rabu (6/1/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)