Refinancing Utang, Emiten Sinarmas Rilis Obligasi Rp 3,55 T

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten kertas Grup Sinarmas, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) hari ini mencatatkan obligasi dengan emisi senilai Rp 3,55 triliun di Bursa Efek Indonesia, Senin, 14 Desember 2020.

Mengacu pengumuman yang disampaikan manajemen INKP di laman keterbukaan informasi, perseroan menerbitkan tiga seri Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2020.

Seri A senilai Rp 504,63 miliar dengan kupon 8,5% dengan tenor 370 hari.


Seri B dengan nilai Rp 2,46 triliun dengan bunga 10% per tahun dan tenor tiga tahun. Serta seri C dengan nilai yang diterbitkan Rp 582,71 miliar dengan bunga yang ditawarkan 11% per tahun dengan tenor lima tahun.

“Pembayaran bunga dibayarkan setiap tiga bulan dengan tanggal pembayaran bunga pertama pada 11 Maret 2021,” tulis pengumuman tersebut, dikutip Senin (14/12/2020).

Obligasi ini merupakan tahap ketiga dari dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target dana yang dihimpun senilai Rp 10 triliun. Hasil dari penerbitan surat ini, sebesar 60% dari obligasi ini akan dipergunakan untuk pembayaran angsuran utang perusahaan berupa pokok pinjaman dan/atau bunga.

Sisanya untuk modal kerja perseroan yang terdiri antara lain adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang berakhir pada September 2020 lalu, nilai liabilitas jangka pendek perusahaan mencapai US$ 1,80 miliar. Terdapat utang MTN yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun senilai US$ 79,70 juta dan utang obligasi senilai US$ 95,26 juta.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek ini antara lain PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucor Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia.

Sedangkan wali amanat dari aksi korporasi ini adalah PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Obligasi ini juga sudah mendapat peringkat idA+ (Single A Plus) oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Masa penawaran obligasi ini telah dilaksanakan pekan lalu pada 4 Desember 2020 dengan penjatahan pada 8 Desember 2020.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)