Rekor Baru Lagi, Harga CPO Sekarang Dekati RM 3.600/ton

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga komoditas minyak sawit mentah (CPO) mencatatkan rekor tertinggi barunya lagi hari ini, Rabu (30/12/2020). Kini harga kontrak futures (berjangka) CPO yang aktif diperjualbelikan di Bursa Malaysia Derivatif Exchange tersebut semakin mendekati RM 3.600/ton.

Harga CPO kontrak Maret 2021 menyentuh level RM 3.579/ton pada 11.30 WIB. Harga CPO kini berada di rentang level tertingginya sejak April 2019 atau 8,5 tahun yang lalu.


Harga CPO mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga kontrak minyak kedelai dan minyak sawit yang diperdagangkan di Bursa Komoditas Dalian. Kedua kontrak tersebut masing-masing naik 1,2% dan 1,4%. 

Menambah sentimen positif ada kenaikan harga minyak mentah yang kembali ke atas US$ 51/barel untuk acuan internasional Brent. Tahun 2020 tinggal satu hari lagi. Prospek CPO di tahun 2021 diperkirakan masih moncer setidaknya hingga kuartal pertama.

Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menyebut bahwa output kemungkinan besar masih tertekan dengan adanya pola La Nina yang memicu peningkatan curah hujan di Indonesia dan Malaysia sebagai produsen terbesar kelapa sawit di dunia.

Di saat yang sama, harga tren pertumbuhan ekonomi yang positif di China berpotensi membuat kebutuhan impor kedelai Negeri Panda juga meningkat. Kenaikan kedelai dan minyak kedelai menjadi salah satu sentimen positif bagi CPO.

Fitch dalam laporan terbarunya mengatakan bahwa harga CPO yang sudah sangat tinggi berpotensi mengalami koreksi di tahun 2021. Apalagi prospek output di Indonesia diperkirakan membaik tahun depan.

Harga yang sudah menyentuh level tertingginya sejak April 2012 akan berdampak pada minat beli importir terbesarnya yaitu India dan juga permintaan untuk penggunaan biodiesel di Indonesia.

Indonesia menaikkan harga CPO acuan dan pungutan ekspor untuk Januari. Harga CPO acuan naik ke US$ 951,86 per ton di bulan Januari dari US$ 870,77 per ton di bulan Desember.

Sementara pajak ekspor yang dikumpulkan dari CPO akan dinaikkan menjadi US$ 74 dari US$ 33 per ton sebelumnya. Pungutan ekspor dari CPO juga akan dinaikkan menjadi US$ 225 di bulan Januari dari US$ 180 per ton sebelumnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)