Rupiah akhir pekan ditutup menguat tajam, seiring kemajuan stimulus AS

Dari eksternal, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen paket stimulus AS di mana paket bipartisan senilai 908 miliar dolar AS yang diusulkan perlahan-lahan mendapatkan momentum di kongres AS

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup menguat seiring kemajuan paket stimulus di Amerika Serikat.

Rupiah ditutup menguat 35 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.105 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.140 per dolar AS.

“Dari eksternal, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen paket stimulus AS di mana paket bipartisan senilai 908 miliar dolar AS yang diusulkan perlahan-lahan mendapatkan momentum di kongres AS,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat.

Demokrat dan Republik memiliki waktu hingga 11 Desember untuk mencapai konsensus tentang label harga paket dan mencegah penutupan pemerintah.

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat, ditopang melemahnya dolar AS

Negeri Paman Sam juga terus memerangi gelombang kedua kasus COVID-19 yang ganas. Rawat inap di AS mencapai 100.000 orang dan Gubernur California Gavin Newson memperingatkan bahwa perintah tinggal di rumah dapat diberlakukan di setiap wilayah negara bagian, kecuali Wilayah Teluk San Francisco.

Data yang dirilis pada Kamis (3/12) juga menyoroti dampak COVID-19 terhadap ekonomi dengan 712.000 klaim pengangguran yang diajukan selama seminggu terakhir. Jumlah klaim turun dari perkiraan 775.000 klaim dan minggu sebelumnya 787.000 klaim tetapi tetap tinggi.

Sementara itu Pfizer mengatakan bahwa mereka hanya akan menghasilkan 50 juta dosis BNT162b2, vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama dengan BioNTech, setelah adanya laporan masalah rantai pasokan. Jumlah dosis turun dari target sebelumnya yaitu 100 juta dosis.

Baca juga: Gubernur BI: Suku bunga acuan akan tetap rendah

Dari domestik, pertambahan kasus positif COVID-19 dalam beberapa hari terakhir semakin meningkat. Jumlah kasus yang terkonfirmasi sempat mencapai 8.369 kasus dalam sehari pada Kamis (3/12) lalu, sekaligus menjadi rekor tertinggi selama pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia.

“Hal ini membuat kalangan pengusaha kian khawatir dampak yang timbul bakal semakin besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.135 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.105 per dolar AS hingga Rp14.142 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.182 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.177 per dolar AS.

Baca juga: Perekonomian RI mulai membaik, Gubernur BI: Masa kritis sudah berlalu
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020