Sah! Vaksin Covid-19 Moderna Boleh Dipakai di AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Vaksin darurat untuk pencegahan corona (Covid-19) dari Moderna Inc resmi mendapat persetujuan darurat dari BPOM AS (FDA), Jumat (18/12/2020) waktu setempat. Sebelumnya AS juga telah memberi izin bagi vaksin lain produksi Pfizer/BioNTech untuk digunakan sejak awal pekan ini.

“Dengan ketersediaan dua vaksin sekarang untuk pencegahan Covid-19, FDA telah mengambil langkah penting lainnya dalam memerangi pandemi global ini,” kata Kepala Food and Drug Administration (FDA) Stephen Hahn mengutip AFP.


Setidaknya akan ada enam juta dosis vaksin yang dikirim ke seluruh AS pekan depan. Keputusan FDA ini mendapat sambutan dari Presiden AS Donald Trump. Pria yang akan segera lengser Januari 2021 itu mencuit “Selamat, vaksin Moderna sekarang telah tersedia” dalam akun Twitternya @realDonadTrump.

AS adalah negara pertama yang memberikan izin ke Moderna. Sementara Pfizer, AS menjadi negara kedua setelah Inggris, yang mengeluarkan izin 2 Desember lalu.

Moderna merupakan perusahaan obat yang berbasis di Massachusetts, AS. Efektivitas vaksin ini menurut riset adalah sekitar 95% dibanding plasebo.

Sebelumnya, pada Kamis, anel penasihat independen untuk FDA mendukung penggunaan vaksi Moderna. Seluruh anggota panel memberikan suara penuh bahwa manfaat vaksin lebih besar dari risikonya pada warga berusia 18 tahun ke atas, namun satu suara abstain dalam pertemuan itu.

Tidak seperti vaksin Pfizer, yang sangat kompleks dalam pendistribusian dan harus didimpan di suhu -70 derajat Celcius, Moderna tidak memerlukan freezer ultra dingin.

Ini membuat vaksin lebih mudah dipasok ke pendalaman dan daerah terpencil. Perusahaan juga talah memperluas panduan penanganan vaksin untuk memungkinkannya dipindahkan secara lokal dalam keadaan cair pada suhu pendingin standar.

Secara total, AS berharap mendapatkan 40 juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna pada akhir tahun ini. Hal tersebut cukup untuk menginokulasi 20 juta orang.

Kedua vaksin lulus uji klinis. Tapia da beberapa kasus efek samping yang perlu diawasi, yakni alergi berat dan timbulnya penyakit Bell’s palsy.

(sef/sef)