Saham Konstruksi dan Semen ‘Kerasukan’, Ternyata Gegara Ini Toh

Jakarta, CNBC Indonesia– Saham emiten sektor konstruksi dan sektor pendukungnya yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil melesat pada perdagangan hari ini, Kamis (17/12) mengekor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil naik 0,21%.

Kenaikan emiten konstruksi dan emiten semen setelah pemerintah menerbitkan payung hukum Peraturan Pemerintah (PP) melalui pembentukan Lembaga Pengelola Investasi alias Sovereign Wealth Fund (SWF) yang sudah diamanatkan sebelumnya dalam Omnibus Law.

Dengan dikebutnya SWF diharapkan ini akan mendorong pembangunan infrastruktur dan proyek strategis lainnya di Indonesia dan menguntungkan emiten konstruksi BUMN dan emiten semen.


Simak tabel berikut soal pergerakan emiten konstruksi dan jasa pendukungnya:

Data perdagangan mencatat, seluruh emiten konstruksi raksasa dan emiten semen berhasil menghijau pada perdagangan hari ini bahkan kenaikan sangat pesat.

Kenaikan hari ini dipimpin oleh emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya yakni PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang berhasil melesat 14,46% ke level Rp 1.385/unit.

Penguatan dua digit lain dibukukan juga oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang loncat kencang 12,40% ke level harga Rp 1.450. Sedangkan penguatan terkecil dibukukan oleh emiten BUMN Karya lain yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang naik 6,37% ke level Rp 1.920/unit.

Selain itu emiten semen yang produknya menjadi sektor pendukung utama konstruksi juga melesat kencang hari ini.

Kenaikan saham semen tertinggi dibukukan oleh PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) yang loncar 7,35% ke level harga Rp 1.315/unit. Sedangkan kenaikan paling minim dibukukan oleh PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) yang terapresiasi 1,18% ke level Rp 15.025/unit.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)