Saham PTBA-ANTM Cs Melesat Lagi, Gegera LG Chem?

Jakarta, CNBC Indonesia – Empat saham pertambangan mineral yang terkait dengan Holding BUMN Tambang MIND ID melesat pada awal perdagangan sesi I, Senin ini (14/12/2020), di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguji level psikologis 6.000.

Data perdagangan mencatat, IHSG naik 0,76% di level 5.984 pada pukul 10.00 WIB. Nilai transaksi mencapai Rp 6,27 triliun dengan 257 saham naik, 162 saham turun, dan 156 saham stagnan.

Adapun empat saham yang dimaksud yakni tiga anak usaha MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Satu lagi yakni saham yang menjadi investasi Inalum, PT Vale Indonesia Tbk (INCO).


Berikut pergerakan 4 saham ini:

  1. PTBA, saham naik 4,63% Rp 2.930, asing masuk Rp 2,60 miliar
  2. ANTM, saham melesat 4,14% di level Rp 1.510, asing masuk Rp 1,12 miliar
  3. INCO, saham naik 1,91% Rp 5.325, asing masuk Rp 1,89 miliar
  4. TINS, saham naik 1,15% Rp 1.320, asing jual Rp 2,11 miliar

Penguatan saham-saham ini salah satunya terjadi di tengah sentimen positif Holding Indonesia Battery (IBH).

Pagi ini, LG Energy Solution, anak usaha LG Chem Ltd di bidang electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik, dikabarkan akan meneken nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan IBH pada Jumat, 18 Desember pekan ini, di Seoul, Korea Selatan (Korsel).

LG Chem asal Korsel adalah satu dari dua produsen EV battery dunia yang siap bekerjasama dengan BUMN Indonesia. Satu lagi yakni Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dari China.

Dikutip dari Business Korea, LG Energy Solution, akan membentuk konsorsium dengan empat perusahaan BUMN yakni MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Keempat perusahaan pelat merah ini tergabung dalam IBH.

Proyek pabrik baterai dengan periode proyek 5 tahun tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar 10 triliun won atau setara dengan Rp 130 triliun (kurs Rp 12,97/won Korea).

Fasilitas penambangan, peleburan dan pemurnian kemungkinan besar akan dibangun di Maluku Utara dan fasilitas produksi diharapkan akan didirikan di Jawa Barat. LG Energy Solutions akan bertanggung jawab penuh atas produksi sel baterai.

Proyek ini terpisah dari proyek bersama LG Energy Solutions dengan Hyundai Motor Indonesia. Proyek yang pertama itu adalah untuk membangun pabrik pembuatan baterai luar negeri LG Energy Solution terbesar dan yang kedua adalah untuk memproduksi sel baterai dan kemasan untuk digunakan dalam kendaraan listrik yang akan diproduksi di Indonesia.

Proyek yang terakhir ini juga diharapkan segera diluncurkan. LG dan Hyundai kemungkinan akan menandatangani MOU terakhir untuk inisiasi proyek pada bulan depan, Januari 2021.

Pabriknya diperkirakan akan dibangun di Karawang, Jawa Barat, dengan biaya konstruksi 1,5 triliun won atau setara dengan Rp 19,45 triliun.

Sebelumnya, pada 14 November lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan nilai proyek kerja sama pabrik baterai listrik di Indonesia dengan dua perusahaan, LG Chem dan CATL, yakni menembus US$ 20 miliar atau setara Rp 280 triliun (kurs Rp 14.000).

Erick Thohir mengatakan, kehadiran investor ini menunjukkan kebijakan Indonesia sudah tepat. Dia mengatakan, kehadiran investor luar negeri ini akan mendukung ketahanan energi nasional.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)