Sambut Vaksin Moderna, Harga SBN Kompak Ditutup Menguat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada Selasa (17/11/2020) kompak ditutup menguat, menyusul kabar baik vaksin virus corona (Covid-19) besutan Moderna yang diklaim ampuh memicu terbentuknya antibodi di 94,5% sukarelawan.

Seluruh tenor SBN hari ini ramai dikoleksi oleh investor, ditandai dengan imbal hasil (yield) yang kompak mengalami penurunan yield. Yield SBN dengan tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara turun 7 basis poin ke level 6,207% pada hari ini.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunan yield menunjukkan harga obligasi yang naik. Demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.


Moderna, perusahaan bioteknologi asal AS mengembangkan vaksin untuk Covid-19 dengan platform yang sama dengan vaksin besutan Pfizer dan BioNTech yang menggunakan molekul RNA. “Kita akan memiliki vaksin yang dapat menghentikan Covid-19,” kata Presiden Moderna Stephen Hoge dalam wawancara telepon dengan Reuters.

Analisis sementara Moderna didasarkan pada 95 infeksi di antara peserta uji coba yang menerima vaksin atau plasebo. Hanya lima infeksi terjadi pada sukarelawan yang menerima vaksin mRNA-1273, yang diberikan dalam dua suntikan dengan selang waktu 28 hari. 

“Vaksin benar-benar cahaya di ujung terowongan,” kata Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS.

Meski demikian, perkembangan positif vaksin masih dibayangi risiko fundamental terkait penyebaran virus saat ini yang terus meninggi, mengingat vaksin belum tersedia secara masal dalam waktu dekat.

Lebih dari 11 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi di Amerika Serikat (AS). Data Covid Tracking Project menunjukkan lebih dari 69.000 orang dirawat di rumah sakit akibat virus Covid-19. Studi National Cancer Institute (INT) di Milan Italia menunjukkan bahwa virus corona menyebar di Italia sejak September 2019, sebagaimana diberitakan Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)