Siapkan Parasut! IHSG Bisa Terjun Bebas Hari Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Melonjaknya kasus positif harian virus Corona di Indonesia yang mencapai angka 8.363 pada Kamis kemarin, 4 Desember 2020 bisa menjadi sentimen negatif bagi perdagangan saham pada akhir pekan ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, bahkan mengatakan penambahan kasus tersebut tidak bisa ditoleransi.

“Kita bisa melihat dalam beberapa hari terakhir kita mencatatkan rekor-rekor baru. Sebelumnya kita belum pernah mencapai di atas 5.000, tapi sayangnya kasus positif semakin meningkat bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus. Ini angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir,” ujar Prof Wiku, dalam konferensi pers Kamis (3/12/2020).


Kamis kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,15% ke level 5.822,94 poin dengan nilai transaksi mencapai Rp 19,64 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,27 juta kali. Adapun, pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi beli bersih senilai Rp 264,23 miliar.

Head of Research PT MNC Sekuritas, Edwin Sebayang menilai, pada perdagangan di akhir pekan ini, IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan.

Hal ini ditopang oleh kondusifnya pembahasan paket stimulus, pendistribusian vaksin Covid-19 dan naiknya saham Boeing menjadi katalis bagi indeks Dow Jones kembali menguat sebesar 0,29%.

Beberapa komoditas lainnya juga menunjukkan penguatan seperti batu bara 3,99%, minyak mentah 1,01%, emas 0,65%, CPO 1,77% dan timah 0,88%. “IHSG diperkirakan bergerak pada level 5.777 – 5.867,” kata Edwin, dalam risetnya, Jumat (4/12/2020).

Sementara itu, Mega Capital Sekuritas mencermati, pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan indeks bergerak fluktuatif cenderung melemah terbatas pada rentang 5.755 – 5.875.

Pasar saham Asia ditutup dengan mayoritas menguat, ditopang data positif PMI dari Jepang dan Cina. Sedangkan, data Purchasing Manager Index (PMI) juga menjadi katalis baik di pasar saham Eropa maupun AS.

Dari Jerman Markit Composite PMI November turun ke 51.7 pts dari 55.0 pts sementara di Inggris Markit/CIPS Composite PMI juga turun ke 49.0 pts dari 52.1 pts. Akibat nya sebagian besar pasar saham Eropa terkoreksi. Dari AS, Markit Composite PMI naik ke 58.6 pts dari 56.3 pts sementara ISM Non-Manufacturing PMI turun ke 55.9 pts dari 56.6 pts.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)