Sprint! Harga Batu Bara Sekarang Tertinggi dalam 1,5 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga batu bara masih belum mau turun. Kini harga si batu legam sudah mencapai level tertingginya sepanjang tahun. Berbagai sentimen positif di pasar terus memberikan tekanan ke atas pada harga batu bara.

Pada perdagangan Rabu (9/12/2020) harga kontrak futures batu bara termal Newcastle melesat 1,69% ke level US$ 78/ton. Ini menjadi rekor harga tertinggi sepanjang tahun sekaligus tertinggi dalam satu setengah tahun terakhir.


Ada dua kabar positif soal vaksin Covid-19 dari AS, pertama adalah Johnson & Johnson akan segera memperoleh hasil uji coba tahap akhir vaksin anti-virus corona yang sedang mereka kembangkan.

Kedua adalah rilis dokumen otoritas makanan dan obat AS (FDA). Dalam dokumen itu, FDA menilai tidak ada masalah terkait vaksin Pfizer dan mitranya dari Jerman yaitu BioNTech.

Dengan begitu besar harapan AS akan menyusul Inggris untuk segera menetapkan penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech tersebut. Di negeri Ratu Elizabeth, program vaksinasi darurat Covid-19 sudah dimulai sejak Selasa (8/12/2020).

Sebanyak 800 ribu dosis vaksin Covid-19 dari pabrik Pfizer di Belgia bakal disuntikkan ke kelompok yang berisiko seperti petugas kesehatan, petugas panti jompo dan mereka yang usianya lebih dari 80 tahun. 

Pembatasan impor batu bara China dinilai sebagai salah satu faktor yang memicu melonjaknya harga komoditas energi fosil ini. Dengan pasokan ketat yang terjadi di China harga batu bara domestiknya melesat tinggi.

Bahkan pada 4 Desember lalu harga batu bara domestik China sudah mencapai RMB648/ton atau hampir US$ 100/ton. Boikot batu bara Australia membuat Negeri Tirai Bambu mencari alternatif pasokan batu bara dari produsen lain seperti Indonesia dan Afrika Selatan.

Hal ini membuat harga batu bara di kedua negara tersebut terangkat. Seperti di Indonesia misalnya harga batu bara acuan (HBA) bulan Desember mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$ 59,65/ton dari bulan sebelumnya di US$ 55,71/ton.

Kenaikan harga batu bara negara lain pada akhirnya juga berimbas pada peningkatan tajam harga batu bara Australia. Reuters melaporkan harga batu bara termal Indonesia berkalori 4.200 Kcal/Kg pada 4 Desember lalu mencapai US$ 33,42/ton dan menjadi level tertinggi sejak Maret.

Impor batu bara China dari pasar angkutan laut telah turun tajam dalam beberapa bulan terakhir, sebagian karena perselisihan dengan Australia, tetapi juga sebagai bagian dari upaya untuk membatasi impor tahunan.

Impor lintas laut pada November diperkirakan oleh Refinitiv hanya 9,26 juta ton, turun dari 10,15 juta pada Oktober dan tidak lebih dari sepertiga 25,92 juta ton pada Januari tahun ini.

Ketidaksenangan dengan Canberra dapat dilihat dari impor China dari Australia yang datang hanya 695.000 ton pada November, turun dari 2,25 juta pada Oktober dan hanya 7,3% dari 9,49 juta ton yang terlihat pada Januari, yang merupakan bulan terkuat tahun ini.

Tetapi China juga telah membeli lebih sedikit batu bara dari pemasok utamanya, Indonesia. Impor November dari negara Asia Tenggara itu mencapai 3,88 juta ton, naik dari 3,11 juta pada Oktober, tetapi jauh di bawah 11,96 juta pada Maret.

Sentimen positif vaksin Covid-19 dan perbaikan fundamental pasar akhirnya mampu mengerek naik harga batu bara. 

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)