Sri Mulyani paparkan manfaat program klaster sektor K/L dan pemda

memberikan penghasilan sementara bagi pekerja melalui program K/L yaitu 2,29 juta pekerja

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan manfaat program klaster sektoral K/L dan pemda pada pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang telah terealisasi Rp36,25 triliun hingga 25 November 2020, dari total alokasi Rp65,97 triliun.

“Program padat karya memberikan penghasilan sementara bagi pekerja melalui program K/L yaitu 2,29 juta pekerja,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Sri Mulyani menuturkan untuk insentif perumahan yaitu pemberian subsidi selisih bunga (SSB) dan subsidi selisih marjin (SSM) serta subsidi bantuan uang muka (SBUM) telah tersalur untuk 12.904 unit.

Untuk stimulus pariwisata yaitu oleh Kemenparekraf dan subsidi angkutan 5 KSPN pada Kemenhub serta hibah pemda telah diteruskan 70 persen kepada industri hotel dan restoran.

Untuk DID pemulihan ekonomi yaitu memberikan reward kepada daerah melalui tiga aspek yaitu penanganan kesehatan, kesejahteraan masyarakat, dan dukungan UMKM.

Reward diberikan kepada 171 daerah pada tahap pertama, tahap kedua kepada 149 daerah dan tahap ketiga untuk 109 daerah.

Untuk pinjaman daerah yaitu fasilitas pinjaman kepada pemda dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi di daerah sudah diberikan kepada 18 pemda melalui MoU bersama PT SMI senilai Rp9,83 triliun.

Untuk food estate yaitu pada beberapa K/L serta program lingkungan hidup seperti penanaman mangrove, produktivitas perikanan, restorasi terumbu karang, serta tambahan subsidi pupuk.

Untuk DAK Fisik yaitu untuk bidang dan kegiatan tertentu dalam mendukung program PEN secara padat karya, menggunakan material dan tenaga lokal diperkirakan untuk 1,39 juta naker.

Untuk bantuan operasional pesantren, madrasah, dan LPQ telah diberikan kepada 193.165 lembaga dengan rata-rata Rp12,25 juta per lembaga serta bantuan daring pada pesantren telah diberikan kepada 14.155 pesantren dengan rata-rata Rp14,96 juta per lembaga.

Terakhir yakni program PEN K/L lainnya meliputi dampak COVID-19 bidang naker, komunikasi publik PEN Kominfo, peta peluang investasi, serta perluasan program PEN pada Kementan, KemenPUPR, Kementerian ATR/BPN serta Kemenperin.

Baca juga: Kemenkeu sebut 3,43 juta orang selamat dari kemiskinan berkat PEN
Baca juga: Pemerintah lanjutkan program pemberdayaan UMKM di 2021
Baca juga: Sri Mulyani: Program PEN beri bantuan luar biasa bagi masyarakat

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020