Terungkap! 53% Dokter Korban Covid-19 adalah Dokter Umum

Jakarta, CNBC Indonesia – Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan mayoritas korban Covid-19 dari kalangan dokter adalah dari dokter umum seiring dengan kian tingginya angka terkonfirmasi positif virus asal Wuhan, China ini.

“Kita kita bisa ungkapkan angka korban dokter dan tenaga kesehatan, kami mencatat jumlah pasien meningkat, maka paralel dengan risiko gugurnya para dokter, baik dokter yang tangani Covid, termasuk yang tangani non-Covid,” kata Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dalam forum diskusi Wajah Indonesia Setelah Pandemi, secara virtual, Kamis (24/12/2020).

“Karena pada awalnya pasien yang akan dirawat ini belum ada gejala dan ditangani dokter umum, jadi dokter umum korbannya terbesar di 53%,” jelas Doni yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini.


“Jadi masyarakat di ujung tombak dan tenaga kesehatan, termasuk dokter adalah benteng terakhir kita,” tegas Letjen TNI aktif ini.

Dalam forum ini, juga hadir Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai pembicara.

Sebelumnya, Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sudah mencatat bahwa ada 202 dokter Indonesia yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona (SARS-CoV-2).

Jumlah tersebut merupakan data per Selasa (15/12). Dari angka kematian itu, 101 dokter meninggal dalam rentang 6 bulan, yakni Maret hingga Agustus. Sementara 101 dokter lainnya meninggal dalam kurun 4 bulan, mulai September hingga 15 Desember lalu.

Pada Kamis ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 tercatat bertambah 7.199 kasus, total pasien terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 692.838 kasus, nyaris menyentuh angka 700 ribu kasus.

Detail perkembangan virus Corona Kamis (24/12/2020), adalah sebagai berikut:

Kasus positif bertambah 7.199 menjadi 692.838.

Pasien sembuh bertambah 5.277 menjadi 563.980, pasien meninggal bertambah 181 menjadi 20.589, tercatat sebanyak 61.068 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 68.219.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)