Tunggu Kabar dari Washington, Rupiah Masih Bisa Menguat Tipis

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Namun penguatan mata uang Tanah Air tipis saja karena penantian akan kehadiran stimulus fiskal di Negeri Paman Sam membuat investor belum berani bermain agresif, masih wait and see.

Pada Jumat (11/12/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.080 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat tipis 0,07% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan pelemahan tipis 0,07%. Dalam sepekan terakhir, rupiah masih bisa menguat 0,07% secara point-to-point.


Akan tetapi, mulai ada tanda-tanda bahwa laju penguatan rupiah agak melambat. Sepanjang November 2020, rupiah menguat 3,6% di hadapan greenback secara point-to-point. Namun sejak akhir November 2020 hingga kemarin (month-to-date), rupiah tidak meuat dan tidak melemah. Stagnan saja.

Sepertinya investor masih tergoda untuk mencairkan keuntungan yang didapat dari rupiah setelah penguatan tajam yang terjadi bulan lalu. Apresiasi rupiah membuat dolar AS semakin ‘murah’.

Melihat dolar AS yang sudah ‘murah’ itu, siapa yang tidak tertarik? Akibatnya, permintaan dolar AS meningkat dan nilai tukarnya menguat.