Vaksin Corona Dikirim Minggu Depan! Beneran, Mr Trump?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar keuangan Indonesia ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat dengan penguatan lebih dari 1%, sementara rupiah berhasil melengserkan dolar Amerika Serikat (AS) ke bawah Rp 14.100.

Kemarin, IHSG ditutup menguat 1,42% ke 5.759,92. Investor asing masih belum bosan memborong aset di pasar saham Tanah Air dengan membukukan beli bersih Rp 593,05 miliar.


Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,28% ke Rp 14.090/US$. Rupiah menyentuh titik terkuat sejak 17 November.

Kemudian harga obligasi pemerintah juga menguat. Imbal hasil (yield) surat utang pemerintah tenor 10 tahun turun 1 basis poin (bps) ke 6,216%. Penurunan yield menandakan harga obligasi naik karena tingginya permintaan.

“Aset-aset keuangan di Asia masih punya ruang untuk menguat karena dukungan sejumlah faktor. Misalnya pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dibandingkan kawasan lain, keseimbangan eksternal yang membaik, hambatan perdagangan yang lebih sedikit dengan terpilhnya (Joe) Biden sebagai presiden AS, serta tren pelemahan dolar AS,” papar Mitul Kotecha, Senior Emerging Markets Strategist di TD Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Selain itu, investor juga mengalihkan fokus ke Asia karena pasar keuangan AS libur merayakan Thanksgiving. Arus modal mengalir lancar sehingga IHSG, rupiah, sampai harga obligasi pemerintah berhasil menguat.