Warning! BEI Bisa Depak Tiphone dari Lantai Bursa

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan ada potensi untuk menghapus pencatatan (delisting) saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Pasalnya BEI menilai berdasarkan peraturan bursa da senjumlah syarat yang bisa menyebabkan saham satu emiten terkena delisting. 

Dalam surat yang dipublikasi hari ini, BEI menyebutkan besdasarkan pengumuman Bursa Nomor: Peng-SPT-00009/BEI.PP2/06-2020 tanggal 10 Juni 2020 perihal Penghentian Sementara Perdagangan Efek, serta Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, Bursa dapat menghapus saham Perusahaan Tercatat apabila:

  1. Ketentuan III.3.1.1, Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.
  2. Ketentuan III.3.1.2, Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat kami sampaikan bahwa saham dan obligasi  Tiphone Mobile Indonesia telah disuspensi di Seluruh Pasar selama 6 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada tanggal 10 Juni 2022.


Berikut ini adalah jajaran komisaris dan direksi Tiphone:

Jajaran Komisaris

  • Komisaris Utama Komisaris: Hengky Setiawan
  • Komisaris: Ferry Setiawan
  • Komisaris Independen: Mohammad Firdaus
  • Komisaris Independen : Lukman Hadikusumo

Jajaran Direksi

  • Direktur Utama Direktur : Achmad Herlanto Anggono  
  • Direktur : Tan Lie Pin
  • Direktur: Meijaty Jawidjaja
  • Direktur : Andry Ryanto
  • Direktur : Rukmono Cahyadi
  • Direktur Independen : Gatot Bekti Haryono

[Gambas:Video CNBC]

(hps/tas)